Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Bontang berlangsung meriah di Lapangan Parkir Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Jumat, 1 Mei 2026. Acara yang dihadiri sekitar 4.500 peserta ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan serikat pekerja.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus meningkatkan kesejahteraan buruh. Ia memproyeksikan adanya formula terbaik untuk kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) pada tahun 2027 melalui komunikasi intensif antarpihak terkait.

“Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan buruh, kita akan memberikan formula terbaik bagi pekerja di Kota Bontang,” ujar Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya dialog konstruktif.

Selain isu upah, Wali Kota Neni juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bontang dijadwalkan menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri pada 5 Mei mendatang. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemkot Bontang dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya.

Beberapa langkah strategis yang telah dan akan terus ditekankan meliputi komitmen pengisian 75% tenaga kerja dari putra-putri daerah pada setiap perusahaan baru yang beroperasi. Selain itu, koordinasi rutin setiap tiga bulan juga akan terus dilakukan untuk membedah isu ketenagakerjaan terkini. Pemerintah kota juga memberikan panggung orasi bagi perwakilan serikat buruh di sela perayaan May Day, memastikan aspirasi pekerja tersampaikan.

Peringatan May Day ini juga diwarnai dengan aksi nyata perlindungan pekerja. Secara simbolis, diserahkan Jaminan Kematian (JKM) dan beasiswa kepada tiga ahli waris, dengan nilai santunan mencapai Rp135 juta. Acara yang diawali dengan senam dan jalan sehat ini ditutup dengan pembagian ratusan doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda listrik. Ribuan peserta dari berbagai elemen pekerja tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga usai, meskipun cuaca cukup terik.