Wali Kota Bima, H. A. Rahman, menyampaikan pesan mendalam kepada ratusan jamaah calon haji (JCH) Kota Bima yang akan bertolak ke Tanah Suci. Dalam acara pelepasan yang digelar di halaman Masjid Nur Latif Pemkot Bima pada Kamis, 30 April 2026, Wali Kota menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan sebuah kehormatan besar yang tidak semua orang bisa raih.

“Tidak semua orang diberi kesempatan ke Tanah Suci. Ini adalah panggilan istimewa yang harus disyukuri dengan penuh keikhlasan,” ujar Wali Kota H. A. Rahman di hadapan para JCH.

Pesan Mendalam untuk Kesabaran dan Persatuan Jamaah

H. A. Rahman mengingatkan para jamaah bahwa di Mekkah, tidak ada perbedaan jabatan maupun status sosial. Semua jamaah berdiri sama di hadapan Allah SWT, berserah diri dengan niat tulus. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh JCH untuk senantiasa menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta menjadikan setiap langkah ibadah sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang bermakna.

Selain aspek spiritual, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia berpesan agar para jamaah saling membantu satu sama lain di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang berkumpul di Tanah Suci. “Ingat, di sana jutaan orang berkumpul. Perkuat kesabaran dan tetap saling tolong-menolong,” tegasnya.

Para jamaah juga diimbau untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, khususnya saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dengan memperbanyak ibadah. Kepatuhan terhadap arahan petugas haji dan tim medis, termasuk menjaga ketertiban seperti tidak berebut saat naik bus, menjadi kunci kelancaran ibadah.

Komitmen Pemerintah Daerah di Tengah Keterbatasan Anggaran

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bima turut menyoroti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. Ia mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bima tahun 2026 mencapai Rp 715 miliar, dengan alokasi lebih dari Rp 1 miliar khusus untuk mendukung pelayanan haji.

“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap berkomitmen melayani jamaah haji. Bahkan, kami upayakan keberangkatan menggunakan pesawat dari Bima ke Lombok,” jelas H. A. Rahman, menunjukkan upaya maksimal Pemkot Bima.

Ia meyakini bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan untuk pelayanan haji akan membawa keberkahan bagi daerah, terutama melalui doa-doa tulus yang dipanjatkan para jamaah di Tanah Suci. Komitmen ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat dan bagian dari pelayanan iman.

Harapan Wali Kota untuk Kota Bima

Sebagai penutup arahannya, Wali Kota H. A. Rahman berharap agar para jamaah tidak melupakan Kota Bima saat berada di hadapan Ka’bah. Ia memohon agar para JCH mendoakan kota kelahiran mereka.

“Doakan kota kita agar masyarakatnya hidup rukun, terhindar dari konflik, dan dijauhkan dari bencana,” harapnya, menyampaikan doa terbaik untuk kemajuan dan kedamaian Kota Bima.