Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, mengimbau seluruh sekolah di wilayahnya untuk mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara efektif dan efisien. Penekanan diberikan pada prioritas program yang produktif dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, mengingat tantangan keuangan daerah pada tahun 2026.
Dalam acara silaturahmi dengan jajaran unsur pendidikan se-Kota Bima di Miluna Pantai Lawata pada Jumat (27/3/2026), Wali Kota Bima secara tegas mengingatkan, “Kurangi belanja yang tidak produktif, seperti kegiatan yang tidak mendukung langsung proses pembelajaran. Fokus pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi siswa.”
H. A. Rahman H. Abidin menjelaskan bahwa tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahun yang penuh tantangan, terutama dari sisi keuangan daerah. Kondisi global, termasuk dinamika geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia, turut memengaruhi kemampuan fiskal daerah. “Tahun 2026 adalah tahun yang sulit. APBD kita mengalami keterbatasan, sehingga kita harus benar-benar bijak dalam mengelola anggaran,” jelasnya.
Mantan Anggota DPRD Provinsi NTB ini juga mendorong setiap sekolah untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Inovasi ini mencakup bidang akademik, olahraga, maupun keagamaan, yang dianggap penting sebagai bekal bagi generasi muda. “Saya berharap setiap sekolah mampu menghadirkan kreativitas dan inovasi. Ini penting untuk membentuk karakter dan kemampuan anak-anak kita ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Bima menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam memastikan seluruh anak di Kota Bima mampu membaca dan menulis dengan baik. “Kita harus membuat gerakan nyata. Tidak semua hal bergantung pada anggaran, tetapi lebih kepada semangat pengabdian kita kepada daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ia turut mengajak seluruh insan pendidikan untuk menanamkan nilai keikhlasan dalam bekerja, dengan keyakinan bahwa setiap upaya yang dilakukan akan memberikan manfaat di masa depan. “Sekolahku adalah surgaku. Jika kita bekerja dengan rasa syukur, maka keterbatasan yang ada akan terasa cukup dan bahkan menjadi kekuatan,” kata H. A. Rahman H. Abidin.
Selain itu, gerakan TPSP (Tanam, Pelihara, Sapu, Pungut) juga didorong untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, indah, dan nyaman sebagai budaya bersama di lingkungan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima, H. Mahfud, menyampaikan kabar baik mengenai potensi Kota Bima untuk mendapatkan program Sekolah Integrasi dari pemerintah pusat. Program ini merupakan sekolah unggulan yang seluruh pembiayaannya bersumber dari pemerintah pusat.
“Kota Bima diusulkan mendapatkan dua sekolah integrasi. Saat ini masih menunggu keputusan dari pusat. Jika terealisasi, ini akan menjadi yang pertama di Provinsi NTB,” ujar H. Mahfud. Ia menambahkan bahwa proses seleksi untuk sekolah, kepala sekolah, guru, hingga siswa akan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat guna memastikan kualitas dan standar yang ditetapkan.
Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan diskusi santai dan ramah tamah, menandakan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh elemen pendidikan dalam membangun masa depan generasi Kota Bima yang lebih baik.
