Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menindaklanjuti percepatan dukungan pembiayaan untuk sejumlah proyek strategis daerah. Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, bertemu staf khusus dan tenaga ahli Menteri PPN/Kepala Bappenas di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026, sebagai kelanjutan pertemuan sebelumnya.
Reny menjelaskan bahwa pertemuan tersebut fokus pada percepatan dukungan pembiayaan proyek-proyek strategis yang meliputi hilirisasi kelapa, pengembangan tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, dan pengembangan rumput laut.
“Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini tidak lain dan tidak bukan, merupakan upaya percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Tengah,” tegas Wagub Reny di Palu, Rabu.
Menurutnya, pertemuan ini juga menjadi langkah strategis untuk mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai mekanisme penganggaran, kebijakan fiskal, dan sinkronisasi usulan proyek daerah dengan prioritas pembangunan nasional.
“Pertemuan ini kami lakukan untuk menindaklanjuti arahan, masukan, dan klarifikasi teknis terkait mekanisme penganggaran dan kesesuaian usulan proyek dengan prioritas pembangunan nasional, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Wagub Reny juga memastikan bahwa seluruh usulan proyek strategis Pemprov Sulteng telah tercantum dalam Dokumen RPJMN 2025–2029 sesuai Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Usulan tersebut juga telah disinergikan dengan RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029 sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2025.
“Usulan kami telah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan, sehingga kami berharap dapat diikuti dengan langkah dukungan pembiayaan atau alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Reny turut memaparkan potensi beberapa proyek, seperti hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat. Selain itu, pengembangan kawasan perikanan tuna, cakalang, dan tongkol di wilayah Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut juga menjadi fokus penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah.
