Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Abdul Sahid, mengingatkan seluruh jamaah calon haji (JCH) asal daerahnya untuk menjaga kekompakan dan mematuhi setiap arahan petugas selama menjalankan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Pesan ini disampaikan saat pelepasan JCH di Parigi, Sulawesi Tengah, pada Senin (11/5/2026).

Abdul Sahid menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya sekadar menunaikan rukun Islam, melainkan juga kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi antarjamaah. “Ibadah haji bukan sekadar menunaikan rukun Islam, tetapi juga membangun suasana kekeluargaan sesama jamaah guna mempererat silaturahmi,” ujar Sahid.

Menurut data dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Parigi Moutong, sebanyak 100 JCH asal Parimo diberangkatkan tahun ini, terdiri dari 38 laki-laki dan 62 perempuan. Sebelum bertolak ke Tanah Suci melalui Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, para calon haji ini akan menginap terlebih dahulu di Asrama Haji Transit Palu.

Dalam kesempatan tersebut, Sahid juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi pendamping haji. Ia meminta jamaah agar tidak mengabaikan arahan di lapangan dan segera berkomunikasi jika menghadapi kendala. “Jangan mengabaikan instruksi petugas di lapangan, kalau ada kendala segera komunikasikan dengan pendamping. Tugas mereka jelas, memberikan arahan dan membimbing jamaah selama proses ibadah mulai dari keberangkatan hingga pulang ke tanah air,” tegasnya.

Selain itu, aspek kesehatan fisik dan mental juga menjadi perhatian utama. Sahid mengajak JCH untuk menjaga stamina, mengingat tidak semua jamaah memiliki daya tahan tubuh yang sama. “Tidak semua jamaah memiliki daya tahan tubuh yang sama maka manfaatkan tenaga medis untuk berkonsultasi,” tambahnya.

Kepala Kantor Kemenhaj Parigi Moutong, Subhan Lalu, turut menyampaikan harapannya agar para jamaah memanfaatkan kesempatan ibadah haji ini untuk meningkatkan ketaqwaan dan memperbaiki kualitas diri. Ia juga mengingatkan tentang visi penyelenggaraan haji 2026 yang mengedepankan keadilan, empati, serta keberpihakan kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia.

“Kami berharap seluruh jamaah asal Parigi Moutong setelah kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur, karena tidak semua umat Muslim diberi kesempatan menunaikan rukun Islam. Bagi mereka diberi kesempatan oleh Allah SWT jangan sia-siakan momentum ini,” pungkas Subhan Lalu.