Pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, menunjukkan performa impresif dengan mengamankan posisi start keempat pada sesi kualifikasi Moto3 Brasil 2026. Pencapaian ini diraih di tengah kondisi lintasan yang penuh tantangan dan sesi yang diwarnai oleh berbagai insiden dramatis.
Kualifikasi Penuh Drama dan Penundaan
Sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna ini berjalan tidak normal. Sebelumnya, jadwal harus diundur cukup lama menyusul insiden sinkhole atau lubang besar yang muncul di lintasan utama.
Perbaikan darurat yang dilakukan panitia membuat sesi kualifikasi baru bisa digelar setelah balapan Sprint MotoGP selesai. Akibatnya, para pembalap harus berjuang dalam kondisi pencahayaan yang mulai menurun menjelang matahari terbenam, menambah tingkat kesulitan di trek.
Veda Pratama Tampil Konsisten di Tengah Kekacauan
Di tengah situasi yang tidak ideal tersebut, Veda Pratama dari Honda Team Asia menunjukkan performa solid sejak awal sesi Q2. Ia sempat berada dalam grup terdepan dan mencatat waktu kompetitif bersama para pembalap papan atas.
Mengandalkan ritme balap yang stabil, Veda akhirnya menutup sesi di posisi keempat dengan selisih waktu yang tipis dari barisan depan. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaiknya musim ini, sekaligus membuka peluang besar untuk meraih poin penting saat balapan utama.
Esteban Rebut Pole dengan Rekor Baru
Pole position berhasil direbut oleh pembalap Spanyol, Joel Esteban, yang tampil tenang di tengah kekacauan sesi. Esteban mencatatkan waktu terbaik 1 menit 26,241 detik, sekaligus memecahkan rekor lap Moto3 di sirkuit tersebut. Ia mencetak waktu krusial di menit-menit akhir setelah sebelumnya hanya berada di luar 10 besar.
Pembalap Argentina, Valentin Perrone, memastikan start dari posisi kedua dengan selisih 0,206 detik. Sementara itu, rookie Hakim Danish tampil mengejutkan dengan finis di posisi ketiga. Meski sempat terjatuh, ia mampu bangkit dan mengamankan tempat di baris depan.
Sesi Diwarnai Kecelakaan dan Bendera Merah
Kualifikasi berlangsung dramatis dengan banyaknya kecelakaan yang memaksa pengibaran bendera kuning dan bahkan bendera merah (red flag). Insiden besar dialami Cormac Buchanan yang terlempar dari motornya setelah kecelakaan keras di awal Q2, menyebabkan sesi sempat dihentikan untuk evakuasi.
Tak lama berselang, Hakim Danish juga mengalami kecelakaan di bagian lain lintasan. Beberapa pembalap lain seperti Joel Kelso dan Maximo Quiles juga sempat terjatuh, menegaskan sulitnya kondisi trek dan tekanan yang tinggi.
Salah satu unggulan, David Almansa, harus puas start dari posisi ke-14. Padahal sebelumnya ia tampil dominan di sesi latihan bebas. Namun pada kualifikasi, beberapa catatan waktunya dibatalkan akibat bendera kuning, membuatnya kehilangan peluang start di barisan depan.
Peluang Besar di Balapan Utama
Dengan start dari posisi keempat, Veda Pratama memiliki peluang besar untuk bersaing di grup depan sejak awal balapan. Namun, kondisi lintasan yang sebelumnya mengalami perbaikan serta karakter trek baru di Goiânia diperkirakan tetap akan menjadi tantangan bagi seluruh pembalap.
Balapan Moto3 Brasil 2026 diprediksi berlangsung sengit, dengan banyaknya pembalap muda yang tampil kompetitif dan selisih waktu yang sangat tipis di papan atas.
