Seorang bocah berusia 9 tahun berinisial A ditemukan meninggal dunia setelah dua hari pencarian di aliran Sungai Bengawan Solo, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (4/4/2026) siang. Korban terseret arus deras sungai usai bermain sepak bola bersama teman-temannya pada Jumat (3/4/2026) sore.

Tragedi nahas ini bermula ketika A bersama teman-teman sebayanya asyik bermain sepak bola di lapangan dusun setempat di tengah guyuran hujan. Usai bermain, mereka berniat membersihkan diri dengan mandi di tepi sungai. Nahas, arus sungai yang tiba-tiba deras menyeret tubuh mungil korban hingga tenggelam.

Proses Pencarian Intensif Tim SAR

Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Didit Arie R, memastikan bahwa jasad korban ditemukan oleh tim SAR gabungan tak jauh dari lokasi awal insiden. “Korban berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal kejadian, tepatnya pada radius sekitar 100 meter dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam,” kata Didit.

Dalam proses pencarian yang berlangsung selama dua hari tersebut, Unit Siaga SAR Bojonegoro mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) air. Tim menyisir secara intensif sisi kanan dan kiri sungai dengan radius mencapai empat kilometer dari lokasi jatuhnya korban.

Selain penyisiran standar, tim SAR juga menerapkan taktik manuver perahu karet di sejumlah titik yang dicurigai. Teknik memutar perahu ini bertujuan untuk menciptakan riak atau gelombang air buatan yang dapat membantu mengangkat benda dari dasar sungai, termasuk tubuh korban yang tenggelam.

Pencarian di jalur air turut didukung oleh pemantauan jalur darat. Petugas terus berkoordinasi dengan warga bantaran sungai agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban. Didit menambahkan, proses evakuasi jenazah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Saat ini, jenazah A telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga di rumah duka untuk dimakamkan.