Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, melontarkan peringatan keras kepada suporter Persib, Bobotoh, menjelang laga penentuan juara Liga Indonesia. Umuh meminta Bobotoh untuk tidak nekat turun ke lapangan jika tim kesayangan mereka berhasil meraih gelar juara.

Peringatan ini disampaikan Umuh Muchtar di kediamannya di Tanjungsari, Sumedang, pada Rabu (19/5/2026), empat hari sebelum laga krusial Persib Bandung kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5/2026).

Jaga Ketertiban dan Fasilitas Stadion

Menurut Umuh, momen bersejarah bagi Persib untuk mengejar hattrick juara tidak boleh ternoda oleh aksi yang justru merugikan tim sendiri. Sosok yang akrab disapa Pak Haji itu mengingatkan Bobotoh untuk tetap menjaga ketertiban, termasuk bagi suporter yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan masuk stadion.

“Persib tinggal sedikit lagi menuju juara. Saya mohon Bobotoh jangan turun ke lapangan, jangan sampai merusak suasana dan hajat besar kita sendiri,” tegas Umuh.

Pria berusia 77 tahun itu menilai, aksi invasi lapangan bukan hanya mencoreng citra Bobotoh, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi Persib. Ia menyoroti potensi kerusakan fasilitas stadion hingga terganggunya agenda perayaan juara yang sudah dipersiapkan.

Umuh juga mengingatkan bahwa tindakan merusak fasilitas stadion, seperti mencabut tiang gawang, sama sekali tidak mencerminkan kedewasaan suporter.

“Turun ke lapangan itu tidak bagus dan tidak terpuji. Jangan sampai merusak aset kita sendiri hanya karena euforia,” lanjutnya.

Pawai Kemenangan Telah Disiapkan

Tak hanya itu, Umuh secara khusus meminta para pemain diberikan ruang untuk beristirahat usai pertandingan. Pasalnya, sehari setelah laga kontra Persijap, Persib dijadwalkan menggelar pawai kemenangan bersama ribuan pendukungnya. Ketertiban Bobotoh di lapangan akan sangat menentukan kelancaran seluruh rangkaian perayaan juara ini.