Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Selasa (17/2/2026) menjadi penanda hadirnya Tahun Kuda Api bagi umat Khonghucu di Jakarta. Berbagai rangkaian ibadah dan tradisi digelar, salah satunya di Vihara Amurva Bhumi, Setiabudi, Jakarta Selatan, yang berlangsung aman di bawah pengamanan ketat aparat.

Pasangan suami istri Sanat (35) dan Cindy (33) menjadi salah satu umat yang mendatangi Vihara Amurva Bhumi untuk bersembahyang. Sanat mengungkapkan antusiasmenya menyambut tahun baru ini.

“Katanya 60 tahun sekali ya dan ini tahun Kuda Api yang paling besar gitu. Kebetulan shio kuda itu kan kayak yang memimpin di depan,” ujar Sanat saat ditemui di lokasi. Ia berharap Tahun Kuda Api ini membawa keberuntungan, kesehatan, dan kekuatan untuk melangkah maju.

Sanat dan Cindy, yang biasanya berkeliling ke beberapa vihara untuk bersembahyang, telah mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut Imlek bersama keluarga. Persiapan tersebut meliputi membersihkan rumah, menyiapkan angpao, hingga hidangan khas seperti kue bakul.

“Banyak, kita siapin peralatan sembahyang, bersih-bersih rumah, terus kemudian ya pasti siapin angpao jugalah buat sanak keluarga yang lain,” tambahnya. Sanat juga menyampaikan rasa syukurnya dapat merayakan Imlek bersama keluarga dan memanjatkan doa untuk keberkahan.

Pengamanan Ketat di Dua Vihara Utama Jakarta Selatan

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah berlangsung aman dan kondusif, Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan personel gabungan untuk melakukan penjagaan di dua vihara utama. Kedua lokasi tersebut adalah Vihara Bio Hok Tek Tjen Sin di Kebayoran Lama dan Vihara Amurva Bhumi di Setiabudi.

Pengamanan ini dilaksanakan secara sinergi, melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor ini merupakan wujud komitmen bersama dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang merayakan Imlek.

Di kedua lokasi tersebut, personel gabungan ditempatkan untuk melakukan pengamanan terbuka dan tertutup. Selain itu, mereka juga bertugas mengatur arus lalu lintas, mensterilkan area ibadah, serta melakukan patroli dialogis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).