Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (6/4) menyatakan bahwa dirinya memiliki rencana pasti untuk menyelesaikan konflik dengan Iran. Namun, ia menolak untuk mengungkapkan rincian rencana tersebut kepada publik, di tengah ketegangan yang terus memanas di Timur Tengah.

“Saya punya rencana terbaik, tapi saya tidak akan memberi tahu Anda apa rencana saya,” kata Trump kepada wartawan di Washington. Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Trump mengklaim bahwa Washington dan Teheran telah melakukan perundingan yang produktif.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung dengan Amerika Serikat. Meski demikian, Teheran menyatakan telah menerima pesan melalui perantara yang mengindikasikan keinginan Washington untuk memulai dialog guna mengakhiri konflik.

Eskalasi konflik telah mencapai puncaknya pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Iran membalas serangan tersebut dengan menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Dampak dari peningkatan ketegangan ini sangat terasa, terutama dengan terhentinya pengiriman melalui Selat Hormuz. Jalur strategis ini merupakan urat nadi pasokan utama untuk minyak dan gas alam cair (LNG) global, yang mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara di dunia.