Jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah pada tahun 2026, fenomena pengiriman Tunjangan Hari Raya (THR) secara digital diprediksi akan semakin menguat dan menjadi pilihan utama masyarakat. Kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan menjadi daya tarik utama yang mendorong pergeseran dari tradisi amplop fisik ke metode pembayaran elektronik.

E-Wallet dan Fitur ‘E-Amplop’ Jadi Primadona

Platform dompet digital seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan ShopeePay terus menunjukkan dominasinya dalam memfasilitasi transaksi THR. Sejak beberapa tahun terakhir, penyedia layanan ini aktif meluncurkan fitur khusus ‘e-amplop’ atau ‘kirim hadiah’ dengan desain menarik yang menyerupai amplop fisik, namun dalam format digital. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan dana dengan personalisasi pesan dan tampilan yang lebih interaktif, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak orang.

Menurut data simulasi dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), volume transaksi melalui pada periode Lebaran 2025 mengalami peningkatan signifikan sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini diperkirakan akan berlanjut pada , seiring dengan semakin luasnya adopsi teknologi pembayaran digital di seluruh lapisan masyarakat.

Peran Bank Digital dan QRIS dalam Ekosistem THR

Tidak hanya e-wallet, aplikasi mobile banking dari bank-bank konvensional besar seperti BCA Mobile, Livin’ by Mandiri, dan BRImo, serta bank digital seperti SeaBank, Jago, dan Blu by BCA Digital, juga turut berperan besar. Berbagai inovasi fitur transfer dan pembayaran yang ditawarkan semakin memudahkan pengguna untuk mengirimkan THR langsung ke rekening penerima.

Selain itu, penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) juga semakin banyak diadopsi sebagai metode praktis untuk mengirim dan menerima THR. Dengan QRIS, pengirim cukup memindai kode QR penerima, memasukkan nominal, dan transaksi pun selesai dalam hitungan detik. Bank Indonesia (BI) sendiri terus mendorong ekosistem pembayaran digital yang aman dan efisien, termasuk untuk transaksi musiman seperti THR, guna mendukung inklusi keuangan dan ekonomi digital nasional.

Kemudahan, Keamanan, dan Tips Bertransaksi

Kemudahan mengirim THR digital tidak hanya dirasakan oleh pengirim, tetapi juga penerima. Dana dapat langsung masuk ke rekening atau saldo e-wallet tanpa perlu antre di ATM atau bank. Hal ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang terpisah jarak. Generasi milenial dan Gen Z menjadi kelompok demografi terbesar yang mengadopsi metode ini, menunjukkan adaptasi yang cepat terhadap teknologi.

Meskipun praktis, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Pengguna diimbau untuk selalu memastikan keamanan akun dengan menggunakan PIN atau biometrik yang kuat, serta berhati-hati terhadap tautan phishing atau penipuan yang mengatasnamakan penyedia layanan. Verifikasi nama dan nomor rekening penerima sebelum melakukan transfer juga sangat penting untuk menghindari kesalahan pengiriman. Beberapa platform bahkan menawarkan promo cashback atau bonus poin untuk pengiriman THR digital dalam jumlah tertentu, menambah daya tarik metode ini.