Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Televisi Republik Indonesia (TVRI), Radio Republik Indonesia (RRI), dan Kantor Berita ANTARA untuk berkolaborasi secara intensif dalam menyukseskan gelaran Piala Dunia 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi warisan (legacy) yang ditinggalkan oleh ketiga media massa tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty saat memimpin rapat kerja bersama pimpinan TVRI, RRI, dan Kantor Berita ANTARA di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (20/2/2026). “Penyelenggaraan piala dunia ini harus menjadi legacy TVRI, RRI, dan ANTARA,” tegas Evita.

Evita menjelaskan bahwa TVRI, sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis, tidak mungkin berdiri sendiri. “TVRI perlu dukungan ‘saudaranya’,” tambah Evita, merujuk pada RRI dan ANTARA.

Ia berharap ketiga lembaga penyiaran publik tersebut dapat segera berkolaborasi, mengingat waktu yang tersisa hanya tiga bulan sebelum dimulainya Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Evita menekankan pentingnya agar gelaran akbar sepak bola ini tidak hanya ramai di negara penyelenggara, tetapi juga meriah di Indonesia. Selain itu, ia mengingatkan agar tidak muncul keluhan dari masyarakat yang kesulitan menikmati siaran pertandingan.

Khusus kepada Kantor Berita ANTARA, Evita juga menyatakan dukungan penuh untuk penyediaan foto-foto pertandingan Piala Dunia. Menurutnya, ANTARA dapat menjadi sumber stok foto bagi media massa lain yang tidak memiliki kemampuan untuk mengirimkan fotografernya langsung ke lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan kesiapan lembaganya untuk turut serta membangun “demam” Piala Dunia 2026. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mengirimkan wartawan secara langsung untuk meliput turnamen di tiga negara tersebut guna mendapatkan liputan yang komprehensif.

Benny menambahkan, ANTARA juga akan menyediakan liputan khusus multiplatform serta mikrosite interaktif Piala Dunia 2026. Di sela-sela hasil peliputan cabang olahraga sepak bola, ANTARA juga akan menyisipkan diseminasi pesan-pesan positif negara.