Arema FC menunjukkan kebangkitan signifikan di Super League 2025-2026. Tim berjuluk Singo Edan ini berhasil mencatatkan tiga pertandingan terakhir tanpa kekalahan dan tak kebobolan, sebuah perubahan drastis setelah putaran pertama yang sulit.

Performa positif ini tak lepas dari agresivitas Arema FC di bursa transfer paruh musim. Mereka menjadi satu dari tiga tim teraktif di Super League 2025-2026, merekrut delapan pemain baru, menjadikannya tim kedua terbanyak setelah Persis Solo.

Dampak Instan Pemain Anyar

Dari delapan pemain yang direkrut, tujuh di antaranya sudah mencatatkan penampilan dan memberikan kontribusi nyata. Hanya Gianluca Pandeynuwu yang belum dimainkan sama sekali. Hansamu Yama, Rio Fahmi, Joel Vinicius, Gustavo Franca, Walisson Maia, Gabriel Silva, hingga Leo Guntara telah tampil memperkuat tim.

Hansamu Yama berhasil mencetak satu gol penting yang mengamankan kemenangan tipis atas Persijap. Sementara itu, Gabriel Silva menyumbangkan dua gol saat Arema FC meraih kemenangan tandang di markas Persija Jakarta. Joel Vinicius dan Gustavo Franca juga turut mencatatkan nama di papan skor dengan gol kemenangan saat menghadapi Semen Padang pada Minggu sore (15/2) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Rio Fahmi menjadi pionir gol Hansamu melawan Persijap, sedangkan Walisson Maia memperkuat lini belakang yang sebelumnya ditinggalkan Odivan dan Luiz Gustavo. Kedatangan para pemain ini mampu mengubah wajah Arema FC, setidaknya dalam tiga laga terakhir, menghapus catatan buruk tak pernah menang dalam tujuh laga terakhir di putaran pertama.

Komentar Pelatih dan Pemain

Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengungkapkan kepuasannya atas kinerja seluruh pemain barunya. Ia secara khusus mengapresiasi penampilan Leo Guntara yang mengemban tugas di bek kiri saat bersua Semen Padang, serta Walisson Maia yang disebutnya menjadi penguat di lini belakang yang kerap kebobolan.

“Tiga pertandingan tidak kebobolan, pemain bermain luar biasa hari ini, saya akui tim lebih kompak dan bisa menang hari ini,” ujar Marcos pada Senin (16/2/2026).

Marcos menuturkan, kian padunya tim membuatnya leluasa menerapkan beberapa strategi yang ia inginkan. Bahkan, di beberapa kali latihan, Arema FC sudah mencoba alternatif strategi yang diterapkan bergantung situasi.

“(Beragam formasi) memang banyak dari latihan, di latihan pemain sudah mulai mengerti ketika di pertandingan pemain sudah siap. Dari latihan kalau di pertandingan sudah tahu apa yang saya mau. Ketika di ruang ganti saya kasih instruksi, sehingga pemain lebih siap, dan tahu apa yang saya inginkan,” jelas pelatih asal Brasil ini.

Tercatat, Arema FC dalam tiga pertandingan menerapkan alternatif formasi yang berbeda-beda, mulai dari penerapan formasi 4-3-3, 4-2-3-1, hingga 4-2-2-2. Masuknya Joel Vinicius, Gabriel, dan Gustavo di posisi lini serang memang membuat alternatif formasi penyerangan menjadi lebih beragam.

“Gabi bagus tapi tidak cetak gol, ada Gustavo, Dalbert juga, Maia bagus, dan Leo bagus. Satu tim ini kami harus lebih kuat, dari situ taktik kami semuanya jalan dan dapat tiga poin,” ucap Marcos.

Di sisi lain, penyerang Arema FC, Joel Vinicius, menyatakan bahwa skema dua gol yang dicetak ke gawang Semen Padang memang sudah dilatih. Ia mengaku sudah mulai tahu karakteristik duetnya, Dalberto, karena selama latihan sudah diberikan triknya. Vinicius pun senang mampu mencetak gol dan membantu Arema FC meraih kemenangan ketiga kalinya secara beruntun.

“Saya senang datang ke sini semua membuka pintu, saya mau pulang dengan kemenangan, Arema tim besar dan saya senang bisa bantu dan bisa bekerja keras untuk tim, meskipun tidak cetak gol, asalkan tim mampu menang gak masalah,” pungkasnya.