Dua ruas jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah, yakni Tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani dan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6, dipastikan siap difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, menyampaikan progres pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 telah mencapai 90 persen. Sementara itu, proyek Tol Solo-Yogyakarta ruas Prambanan-Purwomartani mencatat progres lebih tinggi, yakni 95 persen. Capaian ini menjadi dasar kesiapan pembukaan tol fungsional pada periode Lebaran mendatang.

Pembukaan tol ini diharapkan mampu mengefisiensikan waktu tempuh perjalanan, khususnya dengan ditopang oleh Tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer. Hingga akhir Januari 2026, ruas tersebut dinilai siap difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Pengoperasian Tol Solo-Jogja segmen Prambanan-Purwomartani akan berdampak langsung pada efisiensi perjalanan menuju Yogyakarta. Rivan menjelaskan, “Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya bisa memakan waktu hingga 45 menit, diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit.”

Ruas jalan tol ini juga akan mempercepat akses menuju pusat kota dan kawasan wisata unggulan seperti Candi Prambanan, tanpa harus melintasi kepadatan jalan nasional. Namun demikian, pengoperasian jalur tol fungsional ini memerlukan kewaspadaan, khususnya di titik keluar tol. Lonjakan volume kendaraan menuju wilayah Purwomartani dan Sleman Timur berpotensi menggeser kepadatan ke jalan-jalan kabupaten yang relatif lebih sempit apabila tidak diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang optimal.

Dari arah utara, kelancaran akses menuju DIY turut diperkuat dengan rencana difungsikannya Tol Jogja-Bawen Seksi 6 (Ambarawa-Bawen) sepanjang 4,98 kilometer. Ruas ini diproyeksikan mengalihkan arus kendaraan dari arah Semarang agar tidak terpusat di jalur nasional menuju Yogyakarta, sekaligus memperlancar pergerakan kendaraan menuju Magelang dan sekitarnya.

Meski berstatus fungsional, Jasa Marga memastikan standar keselamatan minimal tetap diterapkan. Sejumlah fasilitas pendukung seperti CCTV, radar pemantau, serta sistem traffic counting telah disiapkan untuk mendukung pengawasan lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menilai keberadaan ruas tol fungsional tersebut akan mendukung efisiensi perjalanan menuju DIY. “Dengan jalur ini, masyarakat yang menuju Magelang hingga masuk ke Yogyakarta dari sisi utara memiliki alternatif perjalanan tanpa persimpangan lampu lalu lintas, sehingga beban jalan nasional dapat berkurang,” jelasnya.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menambahkan, jajarannya telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas, termasuk one way dan contraflow, apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di titik-titik tertentu. Agus menegaskan, “Pengaturan akses keluar-masuk tol yang terhubung dengan wilayah DIY telah dikoordinasikan agar arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tetap terkendali.”

Pemerintah mengimbau pemudik yang memanfaatkan jalur tol fungsional menuju DIY untuk tetap waspada, mematuhi aturan batas kecepatan maksimal 40-60 km/jam, serta memastikan saldo uang elektronik mencukupi demi kelancaran perjalanan.