TJE Football Consultant, platform yang digagas pegiat sepak bola usia dini Taufik Jursal Effendi, resmi menggandeng Tri Wahyudi, seorang engineer alumnus Google Academy sekaligus CEO Paperless (paperlesshospital.id).
Kolaborasi strategis ini bertujuan mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Volta AI. Platform inovatif ini dirancang khusus untuk mendongkrak kualitas pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia dan dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi pada 10 Oktober mendatang.
Volta AI: Babak Baru Pembinaan Sepak Bola
Pengembangan Volta AI menandai babak baru dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di dunia sepak bola Tanah Air. Sistem ini diharapkan dapat memberikan solusi komprehensif untuk mengidentifikasi, melatih, dan mengembangkan talenta-talenta muda secara lebih efektif dan efisien.
Tri Wahyudi, yang memiliki rekam jejak kuat di bidang teknologi dan kecerdasan buatan, membawa keahlian teknis yang krusial dalam proyek ini. Pengalamannya sebagai alumnus Google Academy dan CEO Paperless menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Volta AI.
Rekam Jejak Taufik Jursal Effendi di Pembinaan Usia Muda
Taufik Jursal Effendi sendiri bukanlah nama asing di kancah pembinaan pemain muda Indonesia. Ia tercatat telah lebih dari 30 tahun konsisten mendedikasikan diri pada pembinaan pemain muda, seperti yang dilaporkan oleh Sportanews.
Sepak terjangnya membentang luas, mulai dari menjabat Direktur Kompetisi Liga Kompas Gramedia, Sekretaris Timnas U13, U14, dan U16. Taufik juga pernah mendampingi Indra Sjafri membawa tim U16 berlaga di Thailand pada tahun 2011, sebagaimana diberitakan Difanews.
Selain itu, Taufik dikenal sebagai inisiator berbagai kompetisi usia muda. Beberapa di antaranya adalah Liga SuperBall U-16, Liga Semuda U-19, dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025. Ia juga merencanakan Liga U-13 Piala Gubernur Banten dan Bupati Kabupaten Tangerang yang akan bergulir mulai 4 Oktober.
