Direktur Tbk, , terus memimpin upaya strategis perusahaan dalam mitigasi perubahan iklim di sektor kelapa sawit. Komitmen ini diperkuat melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, seiring dengan tekanan global terhadap praktik industri sawit.

Hingga awal tahun 2026, Astra Agro Lestari (AAL) telah menunjukkan progres signifikan dalam mencapai target keberlanjutannya. Perusahaan melaporkan penurunan intensitas emisi GRK sebesar 25% dibandingkan baseline tahun 2015, dengan target ambisius untuk mencapai 35% pada tahun 2030. Pencapaian ini didukung oleh implementasi teknologi dan praktik agronomi terbaik di seluruh operasionalnya.

Inovasi dan Pengelolaan Berkelanjutan Jadi Kunci

Salah satu pilar utama dalam strategi mitigasi AAL adalah pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Perusahaan menerapkan praktik terbaik untuk menjaga tinggi muka air dan mencegah degradasi gambut, yang merupakan sumber emisi karbon signifikan jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, AAL juga gencar mengimplementasikan teknologi penangkap metana di pabrik kelapa sawit (PKS) mereka.

Hingga Maret 2026, sebanyak 20 dari 30 PKS milik Astra Agro telah dilengkapi dengan fasilitas penangkap metana. Teknologi ini tidak hanya mengurangi emisi metana, gas rumah kaca yang 25 kali lebih kuat dari CO2, tetapi juga mengubah limbah cair PKS (POME) menjadi sumber energi terbarukan. Langkah ini menunjukkan komitmen AAL dalam mengadopsi solusi inovatif untuk tantangan lingkungan.

AAL juga aktif mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun petani plasma. Dengan menyediakan bibit unggul dan pendampingan agronomi, program ini diharapkan dapat mengurangi tekanan untuk pembukaan lahan baru dan mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kolaborasi dan Sertifikasi Internasional

Komitmen Astra Agro terhadap keberlanjutan juga tercermin dari kepemilikan sertifikasi. Seluruh kebun dan pabrik AAL telah tersertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dan sebagian besar juga telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi ini menjadi bukti kepatuhan perusahaan terhadap standar keberlanjutan nasional maupun internasional.

Tingning Sukowignjo menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak dalam menghadapi perubahan iklim.