Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pelajar yang dilaporkan hanyut di Sungai Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian intensif selama dua hari yang berakhir pada Sabtu (25/4).

Kepala Basarnas Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi penemuan tersebut. “Operasi SAR kami laksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada. Alhamdulillah, kedua korban berhasil ditemukan,” ujar Hery pada Sabtu (25/4).

Korban pertama, Andini Natasya (18), ditemukan pada pukul 02.45 WIB, sekitar 20 meter dari titik awal ia dilaporkan hilang. Beberapa jam kemudian, korban kedua, Rasha (18), berhasil ditemukan pada pukul 13.15 WIB, hanya berjarak 10 meter dari lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (24/4) siang. Setelah pulang sekolah, kedua pelajar tersebut bersama rekan-rekannya pergi ke area pemandian di Dusun VIII Bandar Meriah, Desa Namo Ukur Utara, untuk berenang. Namun, keceriaan mereka berubah menjadi duka ketika arus sungai tiba-tiba deras dan menyeret tubuh keduanya hingga hilang dari pandangan.

Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Basarnas Medan kemudian segera menerjunkan tim penyelamat untuk menyisir aliran Sungai Sei Bingei yang dikenal memiliki karakteristik arus tidak stabil.

Proses Pencarian dan Kendala

Hery menjelaskan bahwa proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim di lapangan menghadapi kendala air sungai yang keruh dan deras, serta banyaknya rintangan alami atau strainer di dalam sungai yang membahayakan penyelam.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim menggunakan metode penyisiran dan pemantauan bawah air. “Kami menggunakan metode penyisiran dan pemantauan bawah air dengan peralatan khusus, seperti Aqua Eye,” tambahnya.

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Langkat, hingga komunitas relawan setempat.

Imbauan Basarnas

Dengan ditemukannya seluruh korban, Hery menyatakan operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Menyusul insiden ini, Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di wilayah perairan. Masyarakat diminta menghindari berenang di lokasi yang tidak memiliki pengawasan atau berpotensi membahayakan.