Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Operasi ini memasuki hari ke-12, sekaligus sehari menjelang penutupan resmi yang dijadwalkan pada Rabu, 7 Januari 2026.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa operasi pencarian telah diperpanjang selama tiga hari, terhitung sejak 5 hingga 7 Januari 2026. Perpanjangan ini dilakukan setelah korban kedua ditemukan pada 4 Januari 2026.

Pengerahan Personel dan Alut

“Tim SAR Gabungan resmi memperpanjang pencarian selama tiga hari. Hari ini merupakan hari ke-12 sekaligus satu hari jelang penutupan Operasi SAR terhadap dua WNA Spanyol korban tenggelamnya KM Putri Sakinah,” terang Fathur Rahman pada Selasa (6/1) pukul 06.30 Wita, saat tim bergerak menuju lokasi pencarian.

Dalam upaya maksimal ini, sebanyak 168 personel SAR diterjunkan. Mereka didukung oleh 18 alat utama (alut), termasuk kapal-kapal SAR yang menyisir pulau-pulau dan perairan sekitar Labuan Bajo.

Personel yang terlibat merupakan unsur gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat, serta komunitas penyelam Labuan Bajo dan unsur terkait lainnya.

Pencarian Bawah Laut dengan Teknologi Canggih

Selain penyisiran permukaan, Tim SAR Gabungan juga mengintensifkan pencarian bawah laut. Berbagai peralatan canggih diturunkan untuk mendukung upaya ini.

Unsur Ditpolair Polda NTT mengerahkan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan sonar. Sementara itu, Multi Beam Sonar diturunkan oleh tim dari ITB Bandung dan Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan bangkai KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian.

“Meski kondisi cuaca pagi ini cenderung mendung dan disertai hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pencarian secara maksimal,” tandas Fathur Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap dua korban masih terus berlangsung dan akan dilanjutkan hingga sore hari, sebagai bagian dari upaya maksimal sebelum penutupan Operasi SAR.