Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Rafid Zaki, balita laki-laki berusia 2,5 tahun, yang dilaporkan hilang di sungai kawasan wisata Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga Selasa (10/3) pagi, keberadaan korban belum ditemukan setelah hilang sejak Senin (9/3) sore.

“Hingga Senin (9/3) sore, keberadaan korban belum ditemukan,” kata Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis, di Lombok Timur, Senin (9/3). Ia menambahkan bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (10/3) dengan menyisir aliran sungai.

Peristiwa hilangnya Rafid bermula saat ia bermain di depan rumahnya. Ibunya sempat meninggalkan korban sebentar di sekitar genangan air. “Namun, sekitar 30 menit kemudian, sang ibu yang kembali ke lokasi mendapati anaknya sudah tidak ada,” jelas Darwis.

Melihat anaknya tidak ada, pihak keluarga bersama aparat setempat segera melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah, termasuk menyisir aliran sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. “Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil,” ujar Darwis.

Merespons laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan langsung diberangkatkan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memetakan area penyisiran.

Operasi SAR ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan, Polsek Sembalun, SAR Unit Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, tim Tagana, masyarakat setempat, dan relawan. “Tim di lapangan terus berupaya menyisir area sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai guna menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tambah Darwis.

Pencarian intensif terus dilakukan dengan harapan balita tersebut dapat segera ditemukan. “Semoga korban bisa ditemukan,” pungkas Darwis.