Seorang mahasiswa pendaki berinisial JR (20) berhasil dievakuasi tim gabungan setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam lebih dari 50 meter di jalur pendakian Puncak Argopiloso Gunung Muria, Kamis (14/5) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi patah tulang dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Insiden nahas ini terjadi saat JR bersama dua rekannya, AF dan Z, melakukan pendakian. Menurut penuturan AF, rekan korban, mereka memulai pendakian pada pukul 03.00 WIB.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
“Kami bertiga berangkat mulai melakukan pendakian pukul 03.00 WIB, setelah sampai di Pos 3 kemudian melanjutkan perjalanan lagi namun kehabisan energi dan kelelahan,” kata AF.
Sekitar pukul 06.00 WIB, saat berada di atas Pos 4, JR terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang. “Sekitar pukul 06.00 WIB, lanjut AF, tepatnya di atas Pos 4 dalam kondisi jalan yang licin dan kelelahan, tiba-tiba korban terpeleset saat menginjak tangga higgga terjatuh ke dalam jurang,” jelas AF.
Rekan-rekan korban sempat berupaya mencari dan menyelamatkan JR, namun keterbatasan alat dan medan yang berat membuat mereka memutuskan untuk turun dan meminta bantuan. Rekan korban lainnya, Z, memilih bertahan di titik kejadian sambil terus berkomunikasi dengan JR yang berada di dalam jurang.
“Saya nunggu di lokasi kejadian sambil terus berkomunikasi dengan korban yang berada di dalam jurang,” ujar Z.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Jepara, kepolisian, TNI, dan relawan segera bergerak dari pos 1 menuju Pos 4 jalur pendakian setelah menerima laporan. Koordinator Lapangan Basarnas Pos SAR Jepara, Dani Ferdiansyah, menjelaskan bahwa tim langsung berkoordinasi dengan BPBD dan relawan dari Kudus untuk melakukan pencarian.
Setelah beberapa jam pencarian, JR akhirnya berhasil ditemukan. Dani Ferdiansyah menambahkan bahwa kondisi jurang yang terjal dan cukup dalam membuat proses evakuasi berjalan berat dan sulit, namun korban berhasil diangkat.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Djatmiko, membenarkan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan berbagai pihak setelah menerima laporan. “Proses evakuasi ini dilakukan secara hati-hati karena kondisi korban dengan menggunakan peralatan pendukung,” kata Eko Hari Djatmiko, seraya menambahkan bahwa korban segera dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang.
