Tenholes, band celtic punk rock asal Jakarta Timur, kembali menggebrak panggung musik dengan merilis album ketiga mereka bertajuk Satya. Album ini disebut merangkum perjalanan emosional dan kegelisahan seorang laki-laki.
“Satya”: Refleksi Perjalanan Hidup
Album Satya menjadi cerminan perjalanan kehidupan dari masa kecil hingga fase dewasa, di mana seseorang belajar untuk meruntuhkan ego dan melepaskan banyak hal. Nama “Satya” sendiri dipilih sebagai perumpamaan tentang seorang anak laki-laki yang tumbuh dengan nilai kesetiaan, kejujuran, dan keteguhan dalam menjalani hidup.
Secara musikal, Tenholes tetap mempertahankan energi punk yang telah menjadi identitas mereka. Namun, dalam Satya, band ini mencoba menghadirkan citarasa baru dengan narasi yang lebih personal dan reflektif, memberikan kedalaman pada setiap lagu.
Strategi Rilis Bertahap untuk Kisah Utuh
Untuk membangun narasi yang coba disampaikan, Tenholes akan melepas setiap lagu dalam album Satya secara bertahap. Setiap lagu akan dirilis dalam format video musik dan audio visualizer melalui kanal digital mereka.
Langkah ini diambil agar setiap lagu dapat berdiri sebagai cerita yang utuh, sekaligus memberikan ruang bagi pendengar untuk bisa melangkah bersama dalam perjalanan kisah yang dibangun dalam album ini.
