Gerimis, sebuah supergroup hard rock yang dihuni oleh musisi lintas generasi, resmi menggebrak kancah musik Indonesia dengan single perdana mereka yang berjudul “So Lonely”. Rilisan ini menandai langkah awal band yang terbentuk dari pertemuan tak terduga di tengah sebuah festival musik.
Terbentuk pada 14 Februari 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, Gerimis lahir dari obrolan santai yang kemudian berkembang menjadi sebuah formasi solid. Grup ini menggabungkan pengalaman puluhan tahun para anggotanya di industri musik Indonesia, menciptakan DNA rock 90-an yang kuat namun dikemas ulang dengan pendekatan yang relevan untuk era sekarang.
Formasi Solid Musisi Lintas Generasi
Di lini depan, Amirzidane (Muhammad Amirudin) hadir sebagai vokalis. Ia memiliki perjalanan panjang sejak era 90-an, pernah menjadi kru Slank, vokalis Keraton, Jaddah Slank, hingga solois dengan pengalaman tampil di berbagai panggung besar seperti Soundrenaline dan Java Jazz. Amirzidane juga pernah menjadi opening act konser Slank bersama Iwan Fals.
- Vokalis: Amirzidane (Muhammad Amirudin)
- Gitaris: Luciano (Bule), seorang sound engineer sejak tahun 2000 sekaligus gitaris The Sign, bersama Ary yang memperkuat karakter permainan gitar band ini.
- Drummer: Jaka Jackers (Jaka Hidayat), membawa kredibilitas sebagai mantan drummer Wahh Band, Power Slaves, dan BIP.
- Bassist: Obin dari Steven Jam, menghadirkan fondasi bass yang solid dan berkarakter.
Dengan latar belakang tersebut, Gerimis tampil sebagai supergroup yang memadukan energi klasik dengan sentuhan modern, menjanjikan warna baru di skena musik rock Tanah Air.
“So Lonely”: Ekspresi Kesendirian yang Jujur
Single perdana “So Lonely” lahir dari pengalaman personal yang sederhana namun sangat relate, yakni menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Lagu ini menjadi medium bagi Gerimis untuk mengekspresikan kegelisahan, kekecewaan, dan rasa kesendirian yang jujur.
Ditulis oleh Amirzidane, lagu “So Lonely” mengangkat tema bahwa dalam kondisi tertentu, kesendirian bukan hanya soal fisik, tetapi juga emosional. Pesan ini disampaikan dengan aransemen musik hard rock yang dinamis, menciptakan sebuah karya yang diharapkan dapat menyentuh hati para pendengar.

