Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengumumkan kesiapan untuk menjadikan Kecamatan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura baru. Inisiatif ini difokuskan pada pengembangan budidaya melon hidroponik yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah, menegaskan potensi besar wilayah tersebut. “Wilayah Kecamatan Poto Tano tak lagi sekadar gerbang penyeberangan, ke depan bisa menjadi pusat hortikultura baru,” ujar Amar Nurmansyah saat menghadiri panen perdana melon hidroponik di Pusat Edukasi Agrowisata Pertanian Terintegrasi di Sumbawa Barat, Sabtu (28/3/2026).
Dalam panen perdana tersebut, empat varietas melon unggulan berhasil dipanen, yaitu Apollo F1, Suny F1, Sweet Hamy, dan Lavender. Keberhasilan ini menjadi pijakan awal bagi Pemkab Sumbawa Barat dalam mewujudkan target besar menjadikan Poto Tano sebagai sentra hortikultura daerah.
“Langkah ini menjadi awal dari target besar menjadikan Poto Tano sebagai lumbung hortikultura daerah, sejalan dengan program kartu Sumbawa Barat maju luar biasa pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan,” tambah Bupati.
Dorong Orientasi Bisnis dan Modernisasi Pertanian
Amar Nurmansyah menekankan bahwa pengembangan hortikultura tidak boleh berhenti pada tahap produksi semata. Ia menyoroti potensi pasar yang masih terbuka lebar namun belum sepenuhnya diisi oleh komoditas lokal.
“Saya meminta jajaran terkait segera memetakan kelompok tani agar usaha yang dikembangkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar dan berorientasi bisnis,” tegasnya.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas pengemasan produk dan transformasi pola bertani. Dari metode tradisional, petani didorong untuk beralih ke praktik pertanian yang lebih modern dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Pemerintah daerah juga memastikan dukungan alat pertanian akan dikelola secara kolektif untuk dimanfaatkan seluruh petani, guna menghindari potensi kecemburuan.
Agrowisata sebagai Peluang Baru
Ke depan, pengembangan hortikultura di Sumbawa Barat tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga membuka peluang agrowisata berbasis hortikultura. Model ini akan mengintegrasikan produksi, edukasi, dan wisata dalam satu ekosistem yang komprehensif.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung selama ada keseriusan dari para petani,” pungkas Amar Nurmansyah, menunjukkan komitmen Pemkab Sumbawa Barat dalam memajukan sektor pertanian dan pariwisata di wilayahnya.
