Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), secara masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 24 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa Barat, Nurul Syaspri Akhdiyanti, menjelaskan bahwa GPM ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. “Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang HBKN di antaranya Imlek, Nyepi, bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujarnya di Sumbawa Barat.

Pelaksanaan GPM pada hari tersebut dipusatkan di Kecamatan Seteluk dan Brang Rea. Sebelumnya, kegiatan serupa telah perdana dilaksanakan di Kecamatan Taliwang pada Jumat, 13 Februari 2026. Pemerintah berkomitmen memberikan subsidi lebih dari 60 persen untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjangkau harga bahan pokok, meskipun harga di pasaran mengalami kenaikan signifikan.

“Saat ini, harga cabai di pasar bahkan hampir mencapai Rp200.000 per kilogram,” ungkap Nurul Syaspri Akhdiyanti, menyoroti lonjakan harga komoditas tersebut.

Dalam GPM kali ini, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan stok cabai sebanyak 100 kilogram. Berbagai bahan pokok dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau berkat subsidi pemerintah. Berikut daftar harga bahan pokok yang tersedia:

  • Minyak goreng: Rp15.000 per liter
  • Gula: Rp15.000 per kilogram
  • Cabai keriting: Rp10.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp40.000 per kilogram
  • Cabai rawit: Rp12.000 per bungkus (¼ kilogram) atau setara Rp48.000 per kilogram
  • Beras SPHP: Rp57.000 per kemasan 5 kilogram

Ibu Suhartini, salah seorang warga Desa Seteluk Tengah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif pemerintah ini. Ia mengaku sangat terbantu karena dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih murah. “Biasanya sebelum bulan suci Ramadan, harga cabai di pasar bisa mencapai Rp130.000 per kilogram, di sini jauh lebih murah. Minyak goreng dua liter seharga Rp30.000, sedangkan di pasar Rp20.000 per liter,” tuturnya.

Senada, Sekretaris Kecamatan Seteluk, Apriadi, mengapresiasi Dinas Ketahanan Pangan yang telah menginisiasi kegiatan ini di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, GPM adalah langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga, salah satunya dengan menanam sayur-mayur di pekarangan rumah minimal satu tanaman produktif sebagai langkah sederhana memperkuat kemandirian pangan,” kata Apriadi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan GPM secara bertahap di seluruh kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional.