BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada 142.079 penerima manfaat yang terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Data tersebut tercatat hingga 5 Februari 2026, mencakup layanan darurat hingga masa pemulihan pascabencana.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan komitmen lembaganya untuk memastikan bantuan cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi penyintas. “Hingga awal Februari ini sebanyak 142.079 jiwa telah merasakan manfaat langsung dari penyaluran bantuan Baznas,” ungkap Saidah, Selasa (17/2).
Rincian Bantuan di Tiga Provinsi
Bantuan yang disalurkan Baznas RI meliputi pemberian makanan melalui pendirian dapur umum, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial.
Di Provinsi Aceh, Baznas menjangkau 62.347 penerima manfaat yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 40 kecamatan. Fokus bantuan meliputi:
- Pendirian 26 dapur umum
- Distribusi 2.488 paket logistik keluarga
- Layanan kesehatan untuk 684 pasien
- Pendirian masjid darurat dan MCK darurat
- Dukungan kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak banjir dan longsor.
Sementara itu, di Sumatra Utara, Baznas menyalurkan bantuan kepada 37.960 penerima manfaat di 9 kabupaten/kota dan 32 kecamatan. Layanan yang diberikan mencakup distribusi 1.769 makanan siap santap, pengobatan gratis untuk 1.769 pasien, pembangunan masjid darurat, MCK darurat, penyediaan air bersih, serta bantuan obat-obatan dan hygiene kit.
Adapun di Sumatra Barat, jumlah penerima manfaat mencapai 41.772 jiwa yang tersebar di 11 kabupaten/kota dan 44 kecamatan. Baznas mengoperasikan dapur umum dengan mendistribusikan 16.945 porsi makanan siap santap setiap hari, menyalurkan 3.500 paket logistik keluarga, serta membuka layanan kesehatan dan dukungan psikososial untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Itu yang kami lakukan selama masa tanggap darurat bekerja sama dengan Baznas daerah, mitra kemanusiaan dan pemda setempat,” ujar Saidah.
Fokus pada Pemulihan Jangka Panjang
Saidah menjelaskan, Baznas RI juga telah merancang program pemulihan pascabencana, termasuk program “kembali ke masjid”, “kembali ke sekolah”, dan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di ketiga provinsi tersebut.
“Yang kita lakukan melakukan pemulihan masjid-masjid yang ada di daerah bencana, bukan hanya recovery, kita juga siapkan alat ibadahnya,” jelas Saidah. Selain itu, Baznas mendistribusikan 30.000 seragam sekolah, termasuk sepatu, tas, dan buku, untuk memastikan anak-anak dapat melanjutkan pendidikan dengan baik.
Saat ini, Baznas RI telah memulai pembangunan huntap untuk korban bencana di Sumatra Utara. Upaya ini bertujuan membantu masyarakat yang kehilangan rumah akibat terjangan banjir pada akhir November 2025 lalu.
“Alhamdulillah Baznas akan membangun 120 huntap di Tapanuli Selatan dan saat ini sudah dilakukan peletakan batu pertama di sana oleh Baznas RI dan Pemkab Tapanuli Selatan,” terang Saidah dari Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Untuk mendukung program pemulihan ini, Baznas RI telah menyiapkan dana sebesar Rp80 miliar yang berasal dari titipan masyarakat Indonesia. Dana tersebut dikhususkan untuk masa pemulihan pascabencana banjir, termasuk pembangunan huntap di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
“Huntap di Sumut sudah peletakan batu pertama, InsyaAllah selanjutnya di Aceh Tamiang dan Sumatra Barat. Rencananya kami ingin membangun Kampung Cahaya Zakat, jadi nanti di situ ada perumahan, ada masjid, ada pasar juga yang menjadi sentra ekonominya,” tambah Saidah.
Baznas RI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi melalui zakat, infak, dan sedekah. Dukungan ini krusial untuk memperluas jangkauan bantuan dan mempercepat pemulihan para penyintas agar dapat bangkit kembali dengan lebih cepat dan bermartabat.
