Momen Hari Perempuan Internasional tahun ini menjadi saksi terobosan baru dalam upaya konservasi laut di Jawa Timur. Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru bersama Biorock Indonesia, dengan dukungan filantropi global Daughters For Earth, berhasil menginstalasi struktur Biorock Garden pertama di wilayah tersebut.
Proyek strategis ini merupakan hasil dedikasi persiapan teknis dan sosial selama satu tahun penuh, dari 2025 hingga 2026. Puncaknya, proses penenggelaman struktur terumbu karang dengan teknologi Biorock sukses dilaksanakan pada 23–27 Februari 2026 di Pantai Tiga Warna, kawasan Ekowisata CMC, Sendang Biru.
Sendang Biru, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan pendaratan tuna terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan serius. Degradasi terumbu karang telah memaksa nelayan melaut lebih jauh karena hilangnya habitat ikan pesisir. Struktur Biorock Garden dirancang khusus sebagai lumbung pangan alami untuk mengembalikan kemandirian nelayan lokal.
Lia Putrinda, pendiri Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru, menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Kami tidak hanya membangun taman di bawah laut; kami sedang membangun kembali rumah bagi sumber pangan kami,” ujarnya.
Selama setahun terakhir, proyek ini berfokus pada transfer teknologi kepada Tim Bhakti Alam Sendang Biru. Tim lokal tersebut kini mandiri dalam merancang struktur hingga menginstal sistem kelistrikan tegangan rendah yang memungkinkan karang tumbuh 3-5 kali lebih cepat.
Direktur Biorock Indonesia menambahkan, keberhasilan proyek ini terletak pada Tim Bhakti Alam Sendang Biru yang telah menjadi ahli teknis di wilayahnya sendiri. “Mereka adalah penggerak teknologi demi masa depan pangan Sendang Biru,” katanya.
Putrinda juga menyampaikan harapannya. “Kolaborasi ini memberikan harapan baru setelah kegagalan metode konvensional di masa lalu. Ini adalah awal sejarah di mana pemulihan karang mampu menyejahterakan nelayan.”
