MEKAH – Petugas Haji Daerah (PHD) asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengimbau seluruh jemaah haji untuk melaksanakan salat di hotel tempat mereka menginap. Imbauan ini disampaikan menyusul suhu udara di Mekah yang saat ini sangat tinggi, mencapai 43 derajat Celsius, demi menjaga kesehatan dan fisik jemaah.
Azmi Asmuni Madjid, Petugas Haji Daerah Layanan Umum Kabupaten Brebes, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini memerlukan adaptasi khusus dari para jemaah. “Kami mengimbau kepada jemaah untuk Salat Jumat di masjid hotel untuk menjaga kesehatan dan fisik karena cuaca yang panas suhu sampai di atas 43°C,” ujar Azmi Madjid melalui keterangan resmi yang diterima pada Kamis (14/5).
Kondisi kesehatan jemaah juga menjadi perhatian utama. Dilaporkan, satu jemaah atas nama Siska Puji Arti asal Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, sedang menjalani perawatan di hotel. Sementara itu, jemaah lain, Barokatul Adawiyah dari Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, dirawat intensif di Klinik King Abdul Aziz Makkah karena sakit hipertensi.
Profil Jemaah Kloter SOC8 Brebes
Azmi Madjid menuturkan, total jemaah Kloter SOC8 yang terdata berjumlah 358 orang, terdiri dari 352 jemaah dan 6 petugas. Komposisi jemaah menunjukkan dominasi perempuan dengan 195 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 163 orang.
Mayoritas jemaah berada pada kategori usia di bawah 60 tahun, yakni 235 orang. Sementara itu, jemaah lansia yang berusia sekitar 60 tahun berjumlah 123 orang. “Dari sisi usia, mayoritas jamaah berada pada kategori usia di bawah 60 tahun (235 orang), sedangkan jamaah lansia (sekitar 60 tahun) berjumlah 123 orang,” terang Azmi Madjid.
Meskipun demikian, Azmi Madjid memastikan bahwa situasi dan kondisi jemaah secara keseluruhan terpantau stabil. Jemaah mulai beradaptasi dengan lingkungan, meskipun keluhan paling banyak adalah sakit tenggorokan dan nyeri lutut. Jemaah yang mengalami dimensia juga dilaporkan stabil dan dapat mengikuti kegiatan ibadah seperti salat lima waktu dan umrah.
Kegiatan Ibadah dan Adaptasi Jemaah
Kegiatan harian jemaah dimulai dengan pengajian setelah maghrib dan subuh di Masjid Hotel Al Khulafaa Al Fedy Mekah. Pengajian ini bertujuan untuk memberikan siraman rohani, mempertebal keislaman dan keimanan, serta penguatan pra-Armuzna. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin pada jemaah serta pembagian oralit dan visitasi pada jemaah risiko tinggi juga terus dilakukan.
“Sebagian jemaah sudah melakukan umroh sunnah dengan KBIHU masing-masing. Jemaah menggunakan fasilitas Bus Solawat 24 Jam, untuk memudahkan pergi ke Masjidil Haram setiap waktu,” kata Azmi Majid.
Di tengah suasana ibadah, jemaah juga merasakan nuansa seperti di kampung halaman. Setiap pagi, setelah salat subuh hingga pukul 08.00, terdapat pasar kaget yang menjual berbagai jajanan pasar dan lauk pauk khas Brebes. “Ada pula jajanan seperti bakwan, onde onde, bakso, pecel, kluban, khamir, risoles, ikan asin, aneka sayur, asem, lodeh, kangkung dan bayam,” pungkas Azmi Madjid, menggambarkan suasana yang membantu jemaah merasa nyaman.
“Semoga semua jemaah diberikan kesehatan fisik dan mental hingga dapat menjalankan ibadah haji secara maksimal,” harap Azmi Madjid.
