Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memulai babak baru dalam pengembangan pendidikan pascasarjana dengan menggelar seleksi angkatan pertama Program Magister (S2) Pedagogi. Sebanyak 45 calon mahasiswa mengikuti proses seleksi perdana yang dilaksanakan di kampus setempat pada Kamis, 29 Januari 2026.

Pembukaan program ini menjadi respons atas kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga pendidik di wilayah Bima dan sekitarnya. Para peserta seleksi berasal dari beragam latar belakang, meliputi guru, kepala sekolah, pengawas, alumni, serta masyarakat umum dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, menegaskan bahwa program S2 Pedagogi ini merupakan tonggak penting bagi pengembangan akademik kampus. “Seleksi ini menjadi tahap awal penguatan pendidikan pascasarjana di STKIP Taman Siswa Bima. Kami ingin memastikan mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara akademik,” ujarnya kepada ANTARA di Bima, Sabtu (31/1/2026).

Proses seleksi dirancang secara komprehensif, mencakup seleksi administrasi, Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA), dan wawancara. Menurut Ibnu, wawancara menitikberatkan pada kesiapan akademik serta rekam jejak karya tulis calon mahasiswa. “Proses wawancara melibatkan guru besar dari sejumlah perguruan tinggi untuk menjaga mutu seleksi,” tambahnya.

Lebih lanjut, STKIP Taman Siswa Bima juga telah menyiapkan berbagai dukungan bagi lulusan program ini. Salah satunya adalah peluang beasiswa studi doktoral ke Malaysia melalui skema sponsor, dengan syarat penguasaan bahasa Inggris yang memadai. Dukungan teknis perkuliahan juga akan disediakan, termasuk layanan antar-jemput mahasiswa dari Kampus 2 serta rencana pembukaan perkuliahan di lokasi tersebut jika memenuhi jumlah minimal peserta.

Ketua Program Studi S2 Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima, Dr. Syarifudin, S.Si, M.Pd, menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara sistematis dan berbasis digital. “Pendaftaran dilakukan secara daring, dilanjutkan seleksi administrasi dan pertemuan pra-tes untuk menyamakan persepsi calon mahasiswa. TKDA dilaksanakan berbasis computer based test (CBT) dan wawancara dilakukan secara daring oleh tim penguji,” papar Syarifudin.

Sebelumnya, promosi program studi telah gencar dilakukan melalui media sosial dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah. Tingginya jumlah pendaftar, menurut Syarifudin, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Program S2 Pedagogi STKIP Taman Siswa Bima. “Panitia memastikan seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan sesuai standar akademik,” tutupnya.