Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengusulkan pembangunan 14 titik saluran irigasi kepada Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah ini diambil untuk mendukung program cetak sawah baru di wilayah tersebut.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mengungkapkan bahwa usulan tersebut mencakup sejumlah wilayah seperti Palolo, Dolo Barat, Dolo Selatan, Kulawi, Marawola, dan Biromaru arah Paneki. “Alhamdulillah, saya sedang masukkan usulan ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi III sebanyak 14 unit pembuatan saluran irigasi yang tersebar di Palolo, Dolo Barat, Dolo Selatan, Kulawi, Marawola, dan Biromaru arah Paneki,” ujar Rizal saat ditemui awak media di Kalukubula, Kamis (7/5/2026).
Rizal Intjenae menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana irigasi dalam konteks hilirisasi pertanian di Kabupaten Sigi. Ia menambahkan, “Jika terkait pertanian khususnya sawah, maka pemerintah daerah harus konsisten terlebih dahulu untuk persoalan irigasinya sudah siap, ketersediaan lahan, penyediaan bibit, pupuk, dan terakhir pemasaran.”
Tantangan dan Solusi Irigasi
Saat ini, program cetak sawah baru menghadapi kendala di beberapa wilayah akibat surutnya air pada saluran irigasi, yang disebabkan oleh fenomena El Nino. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Daerah Sigi tahun ini juga akan menerima bantuan aspirasi dari Wakil Ketua Banggar DPR, Muhidin M Said, berupa 25 unit sumur pompa pipanisasi.
“Sumur bantuan itu nantinya diberikan untuk daerah pertanian khusus sawah yang berada di atas tanggul seperti Sidera, Soulowe, Boya Bunga, Watunonju dan Bora, serta pemberian bibit padi untuk 300 hektare lahan sawah dan 300 hektare bibit jagung,” jelas Rizal.
Progres Program Cetak Sawah Baru
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, melaporkan bahwa progres program cetak sawah baru di daerah itu sudah mencapai 103 hektare. “Dari 103 hektare, yang sudah tanam baru 30 hektare,” kata Afit.
Lokasi cetak sawah baru di Sigi berada di Kecamatan Lindu, Dolo Selatan, Dolo, Sigi Kota, dan Marawola. Adapun luas lahan pertanian dan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS) di Sigi hingga Desember 2024 tercatat mencapai 15.280 hektare.
