Seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) sekaligus advokat berinisial AS (57) ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Kota Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/4/2026). Korban, yang merupakan warga Ketanggungan, Kabupaten Brebes, ditemukan dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.
Penemuan jasad AS pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi bernama Rani. Menurut keterangan Rani, korban berada di hotel tersebut untuk keperluan koordinasi bantuan hukum.
Rani menuturkan, kondisi kesehatan AS mulai menurun sejak Sabtu dini hari. Kepada Rani, AS sempat mengeluhkan sesak napas dan mengaku memiliki riwayat penyakit asma.
“Malam itu bapak sempat sesak napas dan bilang kalau dia punya riwayat penyakut asma,” tutur Rani di lokasi kejadian.
Melihat kondisi korban, Rani berupaya memberikan pertolongan dengan membeli obat di apotek terdekat. Ia bahkan sempat meminjam uang kepada resepsionis hotel karena kekurangan biaya untuk menebus obat.
Namun, upaya pertolongan tersebut terlambat. Sekembalinya dari apotek, Rani menemukan AS sudah dalam kondisi tidak bernapas.
“Waktu itu bapak sudah selesai salat sunah dan Subuh. Saya diminta beli obat. Tapi begitu saya kembali ke kamar, bapak sudah tidak bernapas,” jelas Rani.
Rani menambahkan, korban ditemukan dalam posisi duduk dengan busa keluar dari mulutnya, sebuah pemandangan yang membuatnya terkejut dan panik.
Rani segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak manajemen hotel dan kepolisian. Polsek Tegal Barat bersama Tim Inafis Polres Tegal Kota segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas telah melakukan identifikasi awal dan mengumpulkan barang bukti di sekitar kamar hotel. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian AS, termasuk dugaan adanya keracunan atau murni faktor kesehatan.
Jasad korban telah dievakuasi ke RSU Islam Harapan Anda untuk penanganan lebih lanjut dan pemeriksaan medis (visum). Polisi masih terus mendalami keterangan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab kematian aktivis tersebut.
