Transformasi teknologi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) menjadi isu strategis dalam upaya peningkatan produktivitas nasional dan daya saing industri Indonesia. AI dipandang sebagai pengungkit penting untuk mendorong efisiensi, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor, meskipun implementasinya di Indonesia masih menghadapi tantangan kesiapan SDM dan kesenjangan teknologi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya melalui adopsi teknologi semata, tetapi juga membutuhkan pembangunan ekosistem industri serta pengembangan SDM yang berkelanjutan. Isu krusial ini menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Alumni ITB 80 bertema ‘Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045’ yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung pada Sabtu (31/1).
Pemanfaatan Simulator untuk Efisiensi Industri
Dalam forum tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PT Alam Virtual Semesta (AVS Simulator), Destrian, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital dan AI harus diarahkan untuk meningkatkan efisiensi industri, mempercepat proses pembelajaran, serta menyiapkan SDM yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Teknologi digital dan AI harus digunakan untuk menjawab persoalan nyata di industri, mulai dari efisiensi proses hingga kesiapan sumber daya manusia. Salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui pemanfaatan simulator, karena teknologi ini memungkinkan proses pembelajaran, pengujian, dan peningkatan kompetensi dilakukan secara aman, terukur, dan berulang,” ungkap Destrian dalam sesi makro berjudul Digital Technology & Artificial Intelligence (AI) for National Productivity.
Pendekatan inovatif ini tecermin dalam pengembangan solusi yang dilakukan oleh AVS Simulator. Sebagai perusahaan teknologi nasional, AVS Simulator bergerak di bidang simulator dan sistem pelatihan berbasis teknologi canggih. Seluruh riset dan pengembangannya dilakukan di dalam negeri.
AVS Simulator mengintegrasikan teknologi AI, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), serta physics engine untuk menghadirkan solusi pelatihan yang imersif dan aplikatif. Solusi ini ditujukan bagi sektor-sektor berisiko tinggi seperti pertahanan, transportasi, manufaktur, alat berat, dan pendidikan vokasi. Melalui pemanfaatan simulator, proses peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara lebih efisien tanpa mengorbankan aspek keselamatan maupun biaya.
“Industri di kawasan Asia-Pasifik berkembang sangat dinamis dengan karakter kebutuhan yang beragam. Hal ini menuntut solusi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga adaptif dan kontekstual. Dengan mengembangkan teknologi di dalam negeri, kami ingin menghadirkan solusi yang relevan bagi pasar regional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era transformasi digital,” tambah Destrian.
Arah Kebijakan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
Seminar Alumni ITB 80 juga menghadirkan forum bertajuk “Arah Kebijakan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” dengan tema “Urgensi, Strategi, dan Roadmap Transformasi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045.” Forum ini menghadirkan keynote speech Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, AVS Simulator menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi berbasis dalam negeri yang relevan dengan kebutuhan industri, kompetitif di kawasan Asia-Pasifik, serta berdampak nyata pada peningkatan produktivitas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
