Kota Semarang dilanda banjir hebat pada Jumat (15/5/2026) malam, menyusul hujan sedang hingga lebat yang mengguyur sejak petang. Bencana ini menyebabkan sejumlah kawasan terendam hingga mencapai ketinggian 80 sentimeter, mengganggu lalu lintas, dan menelan satu korban jiwa yang ditemukan tewas terseret arus.
Pemantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah kendaraan roda dua dan empat mogok serta lalu lintas tersendat akibat banjir yang merendam ruas jalan di Kalibanteng dan Mangkang, Kota Semarang.
Seorang warga dilaporkan hanyut akibat banjir dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Lurah Purwoyoso, Kota Semarang, Agus Riyanto, membenarkan kejadian tersebut. “Betul, saat ini saya masih di lokasi, belum diketahui identitasnya dan kronologinya,” ujarnya.
Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa, menjelaskan bahwa proses evakuasi terhadap korban, seorang wanita berusia sekitar 25 tahun, berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Korban ditemukan tersangkut di dekat kandang ayam dengan akses yang cukup sempit, sehingga petugas harus melakukan evakuasi secara estafet.
Nur Mustofa menambahkan, ciri-ciri fisik korban adalah berjenis kelamin perempuan dengan rambut panjang ikal dan tubuh agak gemuk. Saat ditemukan, pakaian luar korban sudah terlepas dan hanya tersisa pakaian dalam. Diduga, korban terseret arus banjir dari kawasan KIC Ngaliyan hingga terbawa aliran Sungai Silandak sejauh sekitar dua kilometer. Selain tubuh korban, tim SAR juga menemukan sebuah sepeda motor tergeletak di kawasan Candi.
Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Semarang Barat tersebut terjadi setelah Sungai Silandak meluap. “Tadi hujan sejak sore hingga mengakibatkan sungai meluap dan terjadi banjir,” imbuh Nur Mustofa. Selain meluapnya sungai itu, tanggul Sungai Plumbon juga kembali jebol, mengakibatkan banjir merendam permukiman dan jalan raya di kawasan Mangkang serta Industri Candi Semarang.
Seorang relawan mengonfirmasi, “Orang yang hanyut itu di Kawasan Industri Candi dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di daerah Purwoyoso.” Selain itu, banjir juga terpantau merendam Jalan Gunung Jati I, Mangkang, dengan ketinggian air kurang lebih sekitar 50 sentimeter, serta jalur Pantura Semarang-Kendal dengan ketinggian 30 sentimeter yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat karena kendaraan melintas harus berjalan merambat.
Ritani (56), seorang warga Mangkang, Kota Semarang, menuturkan, “Hujan lebat mengguyur di Kota Semarang terutama di daerah selatan membuat sejumlah sungai di Kota Semarang meluap hingga mengakibatkan banjir ini.”
