Anggota kepolisian di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil membubarkan aksi perang sarung dan balapan liar yang dilakukan puluhan pemuda pada Minggu (1/3/2026) dini hari. Dari dua kejadian terpisah tersebut, polisi mengamankan total enam unit sepeda motor dan lima orang remaja.
Aksi perang sarung terjadi di Jalan Proklamasi, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, sekitar pukul 02.30 WIB. Polsek Tarogong Kidul yang tengah berpatroli langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto, menjelaskan bahwa patroli rutin dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Anggota Polsek melakukan patroli rutin itu untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, geng motor, pencurian, perang sarung dan gangguan lainnya. Namun, petugas menerima laporan masyarakat mengenai adanya sekelompok orang melakukan perang sarung dan diduga membawa senjata tajam di lokasi tersebut,” kata Agus, Minggu (1/3/2026).
Saat petugas tiba, sekelompok remaja yang terlibat perang sarung melarikan diri. Petugas kemudian menyisir area sekitar Jalan Proklamasi dan menemukan satu unit sepeda motor Honda Sonic bernomor polisi Z 3269 DAW yang ditinggalkan pemiliknya. Motor tersebut langsung dibawa ke Mako Polsek Tarogong Kidul untuk kepentingan penyelidikan.
Agus mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak terlibat dalam aksi perang sarung atau kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Polsek Wanaraja membubarkan aksi balapan liar di Jalan Sawah Lega, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, sekitar pukul 01.30 WIB. Kapolsek Wanaraja, AKP Abusono, menyatakan bahwa pihaknya berhasil menangkap lima pemuda dan mengamankan lima unit sepeda motor dari lokasi kejadian.
“Kami melakukan pembinaan dan panggil orangtua supaya tidak mengulangi perbuatannya. Saya meminta semua orang tua, jangan memberikan motor pada anaknya yang belum cukup umur dan mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun para pengguna jalan lainnya,” papar Abusono.
Kedua insiden ini terjadi selama bulan Ramadan, periode di mana kepolisian meningkatkan patroli untuk menjaga kamtibmas.
sumber gambar: mediaindonesia.com 