PSIM Yogyakarta masih belum merasa aman di kasta tertinggi Super League, meskipun menempati posisi kedelapan hingga pekan ke-25. Tim promosi ini bertekad untuk terus memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Kota Gudeg, terutama menjelang laga tandang krusial melawan Dewa United akhir pekan ini.

Hingga pekan ke-25, Laskar Mataram telah mengumpulkan 38 poin dari sembilan kemenangan, 11 hasil imbang, dan lima kekalahan. Capaian ini menempatkan mereka di posisi yang cukup baik sebagai tim promosi, namun ancaman degradasi masih menjadi perhatian utama.

Fokus Pertahanan Jadi Kunci

Bek andalan PSIM, Franco Ramos Mingo, menyoroti performa lini pertahanan timnya. Ia menegaskan bahwa kondisi fisik dan mentalnya berada dalam level prima untuk menghadapi sisa musim ini.

“Ya, saya merasa sangat baik tentang hal itu. Bagi kami para pemain bertahan, saya pikir hal terpenting adalah bertahan terlebih dahulu, untuk bisa menjaga kebobolan sesedikit mungkin,” ujar Ramos.

Pemain asal Argentina itu menambahkan, prioritas utamanya adalah mengamankan gawang PSIM dari kebobolan. Meski demikian, ia tidak menampik adanya kepuasan tersendiri jika mampu berkontribusi dengan mencetak gol.

“Namun, setiap kali saya bisa membantu tim dengan gol, itu terasa sangat menyenangkan. Bersama PSIM, kami memiliki tujuan yang sangat jelas di awal musim, yaitu untuk bertahan dan tidak terdegradasi,” tegasnya.

Pada pekan ke-26 Super League, PSIM Yogyakarta akan menghadapi tantangan berat dengan melakoni laga tandang ke markas Dewa United. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian penting bagi konsistensi Laskar Mataram dalam menjaga posisi mereka di papan tengah.