Empat orang remaja, terdiri dari satu perempuan dan tiga laki-laki, terjaring razia rutin oleh petugas keamanan di sebuah kamar hotel di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu. Penertiban ini dilakukan pada Kamis (5/3) dini hari waktu setempat.
Kejadian mengejutkan ini terungkap saat petugas menyisir kamar-kamar hotel di area tersebut. Ketika pintu salah satu kamar dibuka, petugas menemukan kelompok remaja tersebut berada di dalam satu ruangan yang sama, memicu kecurigaan terkait aktivitas mereka.
Berdasarkan identifikasi awal di lapangan, keempat remaja tersebut diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif. Temuan ini sangat disayangkan mengingat mereka seharusnya berada di rumah masing-masing pada jam istirahat malam.
Detik-detik Penggerebekan dan Interogasi
Informasi mengenai penggerebekan ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @untungsr25. Video tersebut memperlihatkan suasana tegang saat petugas melakukan interogasi singkat kepada para pelajar yang tertangkap basah.
Dalam cuplikan video yang beredar, salah satu remaja laki-laki yang mengenakan kaos berwarna merah tampak berusaha memberikan penjelasan kepada petugas. Ia mengaku baru saja tiba di lokasi hotel saat petugas datang melakukan pengecekan rutin.
“Baru datang, Pak,” ujar remaja laki-laki tersebut.
Petugas kemudian menanyakan latar belakang pendidikan mereka untuk memastikan status dan asal sekolah. Terungkap bahwa mereka merupakan siswa dari salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di wilayah tersebut.
“Pelajar ini? Ini pelajar? SMA mana de? SMK semua?” tanya salah satu petugas.
Salah satu remaja laki-laki bahkan menyebutkan asal daerahnya saat ditanya lebih lanjut oleh petugas keamanan. Ia mengaku berasal dari daerah Tugu Hiu dan saat ini sedang duduk di bangku kelas sebelas.
“Orang Tugu Hiu, Pak. Kelas sebelas,” ungkapnya.
Pemeriksaan Ponsel dan Tindak Lanjut
Selain interogasi lisan, petugas juga memeriksa alat komunikasi milik para remaja tersebut. Dalam video, terlihat seorang petugas sedang memeriksa isi percakapan di aplikasi WhatsApp pada ponsel salah satu remaja untuk mencari bukti tambahan.
“Chatting-annya ini ya? Nah ini dia nih,” kata petugas sambil menunjukkan layar ponsel yang berisi deretan pesan singkat.
Remaja perempuan yang berada di dalam kamar juga tak luput dari pemeriksaan intensif. Ia terlihat berusaha menutupi wajahnya dari sorot kamera, merasa tertekan dengan situasi yang dihadapinya.
Setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai, keempat pelajar tersebut diarahkan untuk keluar dari hotel. Mereka dibawa menuju kendaraan petugas untuk menjalani proses pendataan lebih lanjut di kantor guna pemanggilan orang tua masing-masing.
sumber gambar: gesit.id 