LAMONGAN – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lamongan mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk segera memperbaiki kualitas menu makanan yang disalurkan selama bulan Ramadan 2026. Desakan ini muncul setelah Satgas menerima banyak laporan dan keluhan dari masyarakat terkait standar gizi yang dinilai belum terpenuhi.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Lamongan, menyampaikan hal tersebut kepada para Kepala SPPG dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program MBG 2026 pada Kamis (26/2/2026).

Keluhan Masyarakat dan Respons Satgas

Evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya aduan mengenai penyaluran menu kering MBG yang dianggap tidak sesuai standar gizi. “Satgas menerima banyak aduan dan ini kita kumpulkan semua kepala SPPG untuk mensingkronkan kaitan dengan bulan ramadan,” ungkap Nalikan.

Menanggapi keluhan tersebut, Nalikan menjelaskan bahwa permasalahan kualitas menu MBG di awal Ramadan sebagian besar disebabkan oleh faktor kebiasaan dan masih dalam tahap uji coba. “Memang awal-awal ramadan itu kan mengalami uji coba kaitannya dengan proses menu yang disajikan jadi banyak dari SPPG yang belum memenuhi seluruh ketentuan,” bebernya.

Rekomendasi dan Komitmen Perbaikan

Untuk memastikan perbaikan, Satgas MBG merekomendasikan agar Kepala SPPG lebih teliti dan memperhatikan nilai gizi serta kualitas bahan baku yang digunakan. “Kita tekankan untuk kualitas makanannya harus terjaga, selalu koordinasi kaitannya tahap distribusi ke penerima MBG,” tutur Nalikan.

Satgas MBG Lamongan menegaskan komitmennya untuk menjalankan program MBG secara proporsional. Sebagai upaya responsif terhadap keluhan, Satgas juga telah membuka akses aduan hingga tingkat kecamatan. “Kita evaluasi terus, kita bentuk (Tim sagas) sampai koordinator kecamatan. Kita harapkan program ini bisa berjalan baik dan sesuai harapan,” pungkasnya.