Jember, Jawa Timur – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jember merekomendasikan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Semeru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, dipindahkan ke lokasi lain. Saran ini muncul setelah bangunan SPPG tersebut diketahui berdiri di atas saluran air dan sempat terdampak banjir beberapa hari lalu.
Rekomendasi tersebut disampaikan usai tim Satgas MBG melakukan pengecekan langsung ke lokasi SPPG pada Jumat siang, 30 Januari 2026. Inspeksi ini merupakan tindak lanjut atas keluhan warga mengenai keberadaan dapur MBG yang berdekatan dengan saluran air, yang dinilai berpotensi mengganggu proses produksi makanan.
Hasil Inspeksi dan Alasan Relokasi
Dalam peninjauan tersebut, tim Satgas MBG memeriksa kondisi dapur, alur produksi, serta lingkungan sekitar bangunan SPPG. Ketua Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengungkapkan bahwa hasil pengecekan menunjukkan lokasi SPPG Sumbersari memang sangat dekat dengan saluran air.
“Kemarin ada keluhan terkait banjir di SPPG Sumbersari. Setelah kami cek ke lapangan, memang lokasinya dekat dengan saluran air,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, kondisi ini menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat hujan dan berpotensi mengganggu kegiatan produksi makanan MBG. Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan pemindahan lokasi SPPG ke tempat yang lebih aman.
“Harapan kami, ke depan titiknya bisa dipindah ke lokasi lain karena dikhawatirkan mengganggu kegiatan produksi,” sambungnya.
Dampak Banjir dan Kesiapan Pindah
SPPG Semeru, yang baru beroperasi sekitar tiga bulan, melayani sekitar 2.000 porsi MBG setiap hari. Namun, akibat banjir, operasional dapur terpaksa dihentikan sementara selama dua hari demi menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Tadi pihak pemilik SPPG juga menyampaikan kesiapannya untuk pindah ke lokasi lain. Saat ini sudah dua hari tidak beroperasi,” kata Helmi.
Perwakilan SPPG Semeru, Dwi Aprilia, menjelaskan bahwa penghentian operasional sementara dilakukan untuk pembersihan dan sterilisasi pascabanjir. Ia memperkirakan operasional dan distribusi MBG baru dapat kembali berjalan pada Senin atau Selasa pekan depan setelah seluruh proses pembersihan selesai.
Dwi memastikan sebagian besar peralatan dapur masih dalam kondisi aman. Namun, beberapa wadah makanan (ompreng) dinilai tidak lagi layak digunakan dan telah dibuang untuk menjaga kualitas serta keamanan makanan yang didistribusikan.
