Sapi bantuan presiden telah diterima oleh masyarakat penyintas bencana di Aceh Tengah, Aceh, untuk tradisi Meugang jelang bulan suci Ramadhan. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana.

Di Kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, sapi dengan berat berkisar 90-100 kilogram telah disembelih oleh warga pada Rabu, 18 Februari 2026. Daging sapi tersebut kemudian akan digunakan untuk tradisi Meugang yang dilakukan secara mandiri oleh setiap keluarga.

“Yah nanti dimasak di rumah, saya sudah menyiapkan bumbunya. Biasanya disini meugang itu dimasak sendiri-sendiri,” ujar Anshar, salah seorang warga, kepada ANTARA pada hari yang sama.

Warisan Budaya Meugang dan Dukungan Pemerintah

Meugang merupakan warisan budaya turun-temurun sejak era Kesultanan Aceh Darussalam pada tahun 1607. Tradisi ini melibatkan kegiatan memasak dan menikmati daging bersama, biasanya daging sapi atau kambing, sebelum memasuki bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pentingnya tradisi ini juga diakui secara internasional, dengan masuknya Meugang sebagai warisan tak benda UNESCO sejak tahun 2016.

Kepala Desa Toweren Uken, Sirwan, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas bantuan sapi ini. “Mungkin di tengah bencana ini masyarakat kita terbantu dengan daging Meugang ini, yang akan kami bagikan nantinya kepada masyarakat yaitu per KK (Kepala Keluarga) akan kita bagikan nanti mungkin di Kampung Toweren ini,” kata Sirwan.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan bantuan pembelian sapi untuk tradisi Meugang menyambut Ramadhan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp72,7 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dana dari Presiden melalui Sekretariat Presiden, dan langsung ditujukan kepada 19 pemerintah kabupaten/kota di Aceh. Proses penyaluran dana senilai Rp72.750.000.000 ini telah dilakukan pada Selasa, 10 Februari 2026.