Dunia K-Pop kembali dihebohkan dengan isu tuduhan narkoba yang menyeret nama personel grup 2NE1. Kali ini, Sandara Park melalui perwakilannya membantah tegas klaim yang dilontarkan oleh rekannya, Park Bom, pada Rabu, 3 Maret 2026.
Pihak Sandara Park menyatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar. Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kondisi kesehatan Park Bom.
Park Bom Ungkap Tuduhan di Media Sosial
Polemik ini bermula pada 3 Maret 2026, ketika Park Bom mengunggah surat tulisan tangan di akun media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, ia secara eksplisit menuduh Sandara Park.
“Saya perlu membicarakan hal yang sensitif dan menakutkan. Sandara Park tertangkap menggunakan narkoba, dan untuk menutupinya, dia membuat saya terlihat seperti pengguna narkoba,” tulis Park Bom.
Park Bom juga menambahkan pembelaan terkait penggunaan obat-obatan yang pernah menjeratnya. “Adderall bukan narkoba. Saya adalah pasien ADD (Attention Deficit Disorder). Saat itu, Adderall tidak tersedia di negara kami, dan belum ada hukum yang mengaturnya. Jangan melaporkan kepada pihak berwenang bahwa saya menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan, yang bahkan tidak digunakan oleh YG, Yang Hyun Suk, Teddy, dan CL selama hampir 30 tahun.”
Pihak Sandara Park Membantah Tegas
Menanggapi tuduhan tersebut, seorang rekan dekat Sandara Park menyampaikan kepada media The Fact bahwa klaim Park Bom sepenuhnya tidak berdasar. Pernyataan ini sekaligus menepis dugaan keterlibatan Sandara Park dalam penyalahgunaan narkoba.
Riwayat Kasus Adderall Park Bom
Kasus terkait obat-obatan bukan kali pertama menimpa Park Bom. Pada Oktober 2010, ia sempat menjadi sorotan publik terkait impor Adderall dari Amerika Serikat tanpa deklarasi bea cukai.
Adderall merupakan zat yang diatur ketat di Korea Selatan karena mengandung amphetamine, yang diklasifikasikan sebagai obat psikotropika terkontrol. Meskipun demikian, Park Bom berhasil memperoleh penangguhan penuntutan setelah menunjukkan rekam medis dan resep dokter selama bertahun-tahun. Hal ini membuktikan bahwa obat tersebut diimpor untuk tujuan pengobatan yang sah.
Isu Sengketa dengan YG Entertainment
Selain isu narkoba, pada tahun 2025 Park Bom juga sempat memicu kekhawatiran penggemar terkait dugaan masalah penyelesaian kontrak dengan YG Entertainment. Kala itu, ia mengunggah sejumlah pesan yang memancing spekulasi publik.
Park Bom disebut mengajukan gugatan dengan menyebut produser eksekutif YG Entertainment, Yang Hyun Suk, sebagai tergugat, disertai tuntutan finansial dalam jumlah besar. Namun, agensinya, D-NATION, kemudian mengklarifikasi bahwa penyelesaian aktivitas 2NE1 telah rampung dan tidak ada gugatan resmi yang diajukan.
Hingga kini, polemik antara Sandara Park dan Park Bom masih menjadi perhatian publik, terutama terkait tuduhan yang beredar serta kondisi kesehatan Park Bom yang disorot oleh pihak Sandara.
sumber gambar: gesit.id 