Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengingatkan seluruh pangkalan elpiji 3 kilogram di wilayahnya untuk tidak menjual gas bersubsidi tersebut kepada warung atau kios. Peringatan ini disampaikan usai Samuel memimpin inspeksi mendadak (sidak) yang menemukan praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam sidak yang turut didampingi perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) itu, Samuel menemukan sejumlah warung dan kios di Sigi menjual elpiji 3 kg dengan harga mencapai Rp40.000 per tabung. Angka ini jauh melampaui HET yang ditetapkan.
“Jadi memang kami temukan ada kios menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi, sedangkan elpiji 3 kg ini hanya dikhususkan untuk masyarakat miskin dengan batas HET Rp20 ribu,” tegas Samuel saat ditemui awak media di Sigi.
Samuel menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pemilik warung dan kios, mereka mengaku tidak mengetahui aturan penjualan elpiji yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh pangkalan. Para pemilik kios tersebut sebagian besar mengambil pasokan dari Kota Palu.
“Harusnya dari pangkalan dijual langsung kepada masyarakat, jadi saya minta kepada seluruh pangkalan di Kabupaten Sigi agar menjual elpiji 3 kg langsung ke masyarakat,” ujarnya, menekankan pentingnya distribusi langsung.
Menurut Samuel, jika ada penjualan di atas HET, hal itu sudah melanggar aturan. Ia menegaskan bahwa hanya pangkalan yang memiliki kewenangan untuk menjual elpiji 3 kg.
Sesuai Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah, HET elpiji 3 kg untuk wilayah Biromaru dan Kalukubula ditetapkan sebesar Rp20.000 per tabung. Samuel mengancam akan menindak tegas pangkalan yang terbukti menjual elpiji ke kios atau warung.
“Apabila kami mendapati ada pangkalan menjual ke kios atau warung maka kami akan proses dengan peraturan yang berlaku,” kata Samuel.
Sidak ini, lanjut Samuel, bertujuan untuk memastikan hak masyarakat kurang mampu terpenuhi agar bisa mendapatkan elpiji dengan harga wajar, terutama menjelang perayaan Idul Fitri mendatang. Hal ini juga untuk mencegah kelangkaan pasokan.
Berdasarkan data Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Sigi, terdapat 188 pangkalan elpiji 3 kilogram yang aktif di daerah tersebut. Namun, tiga wilayah di Sigi, yaitu Kecamatan Pipikoro, Lindu, dan Marawola Barat, dilaporkan belum memiliki pangkalan elpiji 3 kilogram.

