Samator Group mengonfirmasi insiden ledakan yang diduga berasal dari truk tangki bermuatan oksigen cair miliknya di Bengkel HINO, Jalan Soekarno Hatta, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur, pada Jumat, 3 April 2026. Perusahaan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.

Head of Corporate Communication and Government Relation Samator Group, Ame Hutami, melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia pada Senin (6/4), membenarkan insiden yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan tangki milik Samator Gas Industri (SGI) Kutai.

“Kami mengonfirmasikan telah terjadi insiden di Bengkel HINO Jl. Soekarno Hatta Balikpapan Utara yang mengakibatkan kerusakan kendaraan tangki milik Samator Gas Industri (SGI) Kutai pada Jumat, 3 April 2026,” ujar Ame Hutami.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal, kendaraan tersebut merupakan truk tangki LOX (liquid oxygen) yang sedang dalam proses perbaikan di bengkel HINO sejak 27 Maret 2026. “Kami bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam insiden ini,” kata Ame.

Prioritas utama Samator Group saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh pihak serta melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang dan manajemen bengkel untuk penanganan lebih lanjut. “Perusahaan saat ini tengah mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, ledakan truk tangki bermuatan oksigen cair milik Samator terjadi saat terparkir di area workshop atau bengkel Hino Kilometer 24, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, pada Jumat (3/4) sekitar pukul 06.34–06.35 Wita.

Seorang saksi mata, Rahmat Rizal, yang juga petugas keamanan area bengkel, mengungkapkan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas pekerja karena bertepatan dengan hari libur.

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol M. Rezsa, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti ledakan. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan pengamanan lokasi.

“Tim Inafis Polresta Balikpapan juga telah dikerahkan ke lokasi guna olah TKP dan mengumpulkan barang bukti sesuai prosedur operasional standar (SOP),” tukas Kompol M. Rezsa.