Nama selebgram Tiara Kartika mendadak menjadi sorotan publik di berbagai platform media sosial sejak Rabu, 18 Februari 2026. Ia dikenal luas berkat tarian energiknya di TikTok, namun kini namanya dikaitkan dengan dugaan blunder Video Call Sex (VCS).

Rekaman video yang diduga melibatkan Tiara Kartika tersebut kabarnya bocor ke publik, memicu rasa penasaran warganet. Pencarian daring dengan kata kunci seperti “Tiara Kartika Viral” dan “Tiara Viral TikTok” pun mendominasi internet dalam beberapa hari terakhir.

Waspada Jebakan Digital di Balik Rumor Video Tiara Kartika

Tingginya rasa ingin tahu publik terhadap rumor ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Mereka menyebarkan narasi menyesatkan demi keuntungan pribadi, mulai dari meningkatkan jumlah penonton hingga melancarkan modus penipuan daring.

Berikut tiga fakta penting yang harus diketahui terkait penyebaran link video yang mengatasnamakan Tiara Kartika:

  • Jebakan Phishing: Banyak link video yang beredar sering kali mengarahkan pengguna ke situs palsu. Situs-situs ini dirancang untuk mencuri data pribadi pengguna, seperti informasi login atau detail kartu kredit.
  • Grup Telegram Berbayar: Beberapa akun di TikTok aktif mempromosikan akses ke grup eksklusif di Telegram. Mereka menjanjikan video lengkap, namun pada akhirnya berujung pada penipuan uang atau bahkan pemerasan terhadap anggota grup.
  • Penyebaran Malware: Situs berbagi video pihak ketiga, seperti Videy, kerap disusupi iklan judi online atau perangkat lunak berbahaya (malware). Perangkat lunak ini dapat merusak gawai pengguna atau mencuri data secara diam-diam.

Keaslian Video Belum Terkonfirmasi, Tiara Kartika Belum Beri Pernyataan

Hingga Jumat, 20 Februari 2026, keaslian video yang diduga melibatkan Tiara Kartika dalam blunder VCS tersebut masih belum bisa dipastikan. Pihak Tiara Kartika sendiri belum memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan rumor yang telah tersebar luas di masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai link mencurigakan yang beredar di media sosial. Penting untuk menghindari jebakan digital yang berpotensi merugikan, baik secara finansial maupun keamanan data pribadi.