Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memastikan kesiapan layanan kesehatan 24 jam penuh selama periode libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, yang ditetapkan pemerintah mulai 18 hingga 27 Maret 2026.

Kesiapan ini diwujudkan melalui penerapan sistem Manager On Duty (MOD) untuk menjamin optimalisasi pelayanan, khususnya rujukan, bagi masyarakat.

Pelayanan Maksimal dan Ketersediaan Obat

Direktur Utama RSUD Praya, Dokter Mamang Bagiansyah, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait pelayanan rumah sakit selama libur panjang tersebut. “Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelayanan selama libur lembaran. Kami tetap siaga memberikan pelayanan yang maksimal,” ujar Dokter Mamang di Lombok Tengah, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan, seluruh petugas telah siap sedia. “Artinya petugas kami siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” katanya.

Komitmen ini sejalan dengan surat edaran dari Perhimpunan Rumah Sakit Swasta Indonesia yang meminta semua rumah sakit untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan selama libur Lebaran. RSUD Praya juga memastikan stok obat tetap tersedia bagi pasien yang membutuhkan.

Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) akan tetap beroperasi seperti biasa. “Pelayanan di IGD tetap siap, jika ada warga yang membutuhkan pelayanan,” jelas Dokter Mamang.

Namun, untuk pelayanan poli kesehatan atau rawat jalan, akan ada penyesuaian skema. Dokter Mamang memberikan contoh kemungkinan penambahan jumlah obat bagi pasien agar dapat mencukupi hingga kontrol setelah libur panjang selesai. “Contoh untuk pemberian obat kemungkinan ditambah bagi pasien, sehingga saat melakukan kontrol setelah libur panjang ini selesai,” paparnya.

Meskipun demikian, keputusan final mengenai skema pelayanan poli masih akan dibahas dalam rapat koordinasi. “Tapi kami akan rapat koordinasi dulu untuk skema pelayanan di poli kesehatan tetap buka atau tidak,” tambahnya.

Ketersediaan Sumber Daya Manusia

Terkait sumber daya manusia (SDM), Dokter Mamang menyatakan tidak ada penambahan petugas medis khusus selama libur Lebaran. Jumlah dokter, perawat, dan petugas lainnya akan tetap sama seperti hari-hari biasa. “Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan tetap sama baik itu dokter, perawat maupun petugas lainnya. Jika ada kejadian luar biasa, baru dilakukan oleh tim,” ungkapnya.

Dokter Mamang juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola makan pasca-Lebaran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan. “Semoga tidak ada warga yang sakit, itu harapan, kami tetap siap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal,” pungkasnya.