PARIS – Kejutan di turnamen tenis Grand Slam Roland Garros 2026 terus berlanjut. Kali ini, petenis unggulan ketiga dunia, Iga Swiatek, harus mengakui keunggulan lawannya di babak keempat atau 16 besar.

Swiatek, yang merupakan juara empat kali di Roland Garros, secara mengejutkan takluk di tangan petenis peringkat 15 dunia, Marta Kostyuk, pada Minggu (31/5). Kekalahan ini menambah daftar panjang pemain unggulan yang berguguran di turnamen tanah liat paling bergengsi ini.

Kostyuk berhasil melaju ke perempat final pertamanya di Paris setelah menundukkan Swiatek dengan skor meyakinkan 7-5, 6-1. Petenis asal Ukraina itu tampil dominan, terutama dengan mematahkan servis Swiatek sebanyak enam kali sepanjang pertandingan.

Analisis Pertandingan dan Komentar Pemenang

Usai pertandingan, Marta Kostyuk mengungkapkan strateginya yang efektif. “Dia tidak terlalu menyulitkan saya dengan servis pertama hari ini,” kata Kostyuk, dikutip dari WTA.

Kostyuk menambahkan, “Saya hanya mengembalikan semua servis, dan tidak mudah bermain melawan seseorang yang mengembalikan semua servis Anda dan memberi banyak tekanan pada Anda di servis kedua.”

Kelemahan Iga Swiatek terlihat jelas dari statistik pertandingan. Petenis Polandia itu mencatatkan 39 kesalahan sendiri, jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan 13 pukulan winner-nya. Selain itu, tingkat kemenangan poin servis pertamanya hanya mencapai 45 persen.

“Seiring berjalannya pertandingan, dia semakin merasakan tekanan,” tambah Kostyuk, mengomentari performa Swiatek yang menurun.

Roland Garros 2026: Kuburan Para Unggulan

Tersingkirnya Iga Swiatek semakin memperkuat narasi bahwa Roland Garros 2026 menjadi “kuburan” bagi para pemain unggulan. Sebelumnya, petenis nomor satu dunia juga telah tumbang di babak 64 besar, menunjukkan betapa ketat dan penuh kejutan turnamen tahun ini.

Dengan turnamen yang kini telah memasuki babak perempat final, para penggemar tenis menantikan siapa lagi yang akan membuat kejutan dan siapa yang akan bertahan hingga akhir.