Harga sejumlah komoditas pangan pokok di Jawa Tengah mulai menunjukkan penurunan signifikan. Kondisi ini terjadi setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah daerah setempat gencar melaksanakan operasi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) sejak awal Februari lalu.
Berdasarkan pantauan pada Selasa, 24 Februari 2026, harga cabai rawit merah yang sebelumnya berkisar Rp90 ribu hingga Rp110 ribu per kilogram, kini melandai menjadi Rp65 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada jenis cabai lainnya, yang kini dijual antara Rp35 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Komoditas bawang merah juga mengalami koreksi harga, dari sebelumnya melonjak hingga Rp60 ribu-Rp65 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp50 ribu-Rp55 ribu per kilogram. Harga sayuran juga ikut turun, dari Rp7.000-Rp8.000 per kilogram menjadi Rp4.000-Rp6.000 per kilogram. Meskipun demikian, harga beras, minyak goreng, gula pasir, dan barang kebutuhan pokok lainnya dilaporkan tetap stabil.
Penurunan Harga di Berbagai Pasar Tradisional
Penurunan harga ini terpantau di beberapa pasar tradisional di Jawa Tengah, antara lain Pasar Podosugih dan Grogolan (Pekalongan), Batang, Cepiring dan Weleri (Kendal), Karangayu dan Peterongan (Semarang), serta Sayung dan Bintaro (Demak).
Sarwani, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Podosugih, Pekalongan, membenarkan adanya penurunan harga. “Mulai hari ini, harga cabai dan bawang merah menurun, bahkan cabai paling terasa penurunan dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Di Pasar Peterongan, Kota Semarang, Maryatun (60), pedagang sembako, mengungkapkan bahwa selain harga beras, minyak goreng, dan gula yang stabil, terjadi juga penurunan pada komoditas lain. Harga telur ayam ras turun dari Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram, sementara daging ayam potong turun dari Rp42 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Purwanto, seorang pemasok di Pasar MAJT Kota Semarang, mengaitkan penurunan harga cabai dan bawang merah dengan gencarnya operasi pasar di berbagai daerah di Jawa Tengah. “Kalau saya bisa beli murah di petani, kan kita jual murah juga,” tambahnya, merujuk pada harga jual cabai Rp65 ribu per kilogram dan bawang merah Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram di operasi pasar.
GPM Ditargetkan di 308 Titik Hingga Maret
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah terus mengintensifkan operasi pasar melalui program GPM. Langkah ini diambil untuk menstabilkan harga barang kebutuhan yang sempat melonjak pada awal Ramadan.
Menurut Sri Broto Rini, GPM yang ditargetkan berlangsung di 308 titik di 35 daerah hingga Maret mendatang, secara bertahap mulai berhasil menekan harga sejumlah barang kebutuhan di pasar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi praktik spekulasi.
“Kita juga terus lakukan pengawasan ketat distribusi barang, karena kelancaran distribusi Ajan berpengaruh terhadap ketersediaan pasokan barang dan sekaligus mengurangi biaya yang timbul,” tegas Sri Broto Rini.
