Jepara, 28 Januari 2026 – Sebanyak 2.807 hektare tanaman padi di 14 kecamatan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dipastikan puso atau gagal panen total. Kondisi ini terjadi setelah ribuan hektare sawah terendam banjir bercampur lumpur selama hampir dua pekan, menyebabkan kerugian besar bagi para petani.

Pemantauan di lapangan menunjukkan, 3.931 hektare lahan persawahan di Jepara sempat terendam banjir pada pertengahan Januari lalu. Dari jumlah tersebut, 2.807 hektare di antaranya, yang tersebar di 13 kecamatan, tidak dapat diselamatkan. Tanaman padi yang rata-rata berusia satu bulan itu terendam air setinggi satu meter dan lumpur, menyebabkan tanaman mati.

Purwanto (58), seorang petani di Basri, Jepara, mengungkapkan kekecewaannya. “Jika sesuai perhitungan harusnya panen jejang puasa Ramadhan, tetapi melihat kondisi saat ini dipastikan puso dan harus melakukan penanganan ulang dan baru dapat panen setelah lebaran,” ujarnya.

Senada, Dahlan (55), petani di Pecangaan, Jepara, menuturkan bahwa tanaman padinya sudah tidak dapat diharapkan panen lagi. “Tanaman padi sudah tidak dapat diharapkan panen lagi, karena sudah mati hingga tidak hanya menanggung kerugian waktu, tetapi juga benih, pupuk hingga tenaga kerja yang rata-rata Rp12 juta per hektare,” kata Dahlan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, Mudhofir, membenarkan kondisi puso yang melanda ribuan hektare tanaman padi di daerahnya. Ia menjelaskan bahwa banjir bercampur lumpur selama dua pekan telah menenggelamkan dan mematikan tanaman padi, sehingga dipastikan gagal panen dan mengganggu produksi gabah musim ini.

“Akibatnya target swasembada pangan juga terganggu,” tambah Mudhofir. Ia merinci, lahan persawahan yang mengalami puso terparah berada di Kecamatan Kalinyamatan seluas 742 hektare dan Kecamatan Pecangaan sekitar 350 hektare, sementara sisanya tersebar di kecamatan lain.

Meskipun demikian, Mudhofir menyebutkan masih ada 1.054 hektare lahan yang dapat diselamatkan karena tidak terendam lumpur dan usia tanamannya berkisar dua bulan. Target swasembada pangan yang diberikan Kementerian Pertanian seluas 10.957 hektare sebenarnya sudah tercapai 10.589 hektare. Namun, akibat bencana banjir ini, luas area tanaman padi berkurang dan masih diupayakan untuk dikejar.

Untuk meringankan beban petani, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pertanian telah mengajukan bantuan benih dan pupuk. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani menghadapi musim tanam mendatang.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang yang kembali mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah pada Selasa (27/1) menimbulkan kekhawatiran warga, terutama di daerah yang masih terendam banjir seperti Pati, Kudus, Demak, dan Pekalongan, akan potensi peningkatan ketinggian air.