Ressa Rizky Rossano akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusannya menikahi Fita secara tertutup di kampung halamannya, Banyuwangi. Berbeda dari tren publik figur yang kerap memamerkan kemewahan, Ressa justru memilih konsep pernikahan yang sangat bersahaja dan intim.
Acara sakral tersebut diketahui hanya dihadiri oleh keluarga besar serta kerabat terdekat, tanpa adanya pesta resepsi yang glamor. Ressa menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah kelancaran prosesi akad nikah agar suasana kekeluargaan lebih terasa.
Keputusan untuk meniadakan pesta mewah diambil berdasarkan pertimbangan matang mengenai budaya lokal yang menjunjung tinggi kesederhanaan. Selain faktor lokasi di kampung halaman, jarak tempuh yang jauh serta pertimbangan kondisi sang adik menjadi alasan fundamental baginya.
“Pertama, kalau orang Banyuwangi itu nikahnya, kalau dari Ressa sendiri, di kampung gitu,” ungkap Ressa saat memberikan keterangan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Ia juga menambahkan bahwa faktor efisiensi dan kondisi keluarga menjadi prioritas utama dalam momen spesial tersebut.
Meski digelar secara sederhana, Ressa mengaku kebahagiaan mereka tetap sempurna. Pasangan ini bahkan langsung merayakannya dengan terbang ke Bali untuk bulan madu, yang bertepatan dengan hadiah perayaan ulang tahun bagi dirinya sendiri.
Pasca resmi menyandang status sebagai suami istri, Ressa mengungkapkan tidak ada perubahan drastis dalam dinamika hubungan mereka. Ia berkomitmen untuk tetap menjadi sosok pendamping yang humoris sebagaimana karakter aslinya saat masih berpacaran dahulu.
Mengenai rencana masa depan, Ressa menegaskan tidak akan memboyong sang istri untuk menetap di Jakarta meskipun kariernya di televisi mulai menanjak. Ia lebih memilih untuk membangun rumah tangga di Banyuwangi agar tetap bisa fokus mengelola bisnis yang sudah berjalan.
“Pulang nanti tetap Banyuwangi, karena ada toko yang harus dikontrol,” jelas putra dari penyanyi Denada tersebut mengenai komitmen profesinya. Ressa bercerita bahwa sejak awal berkenalan tidak ada kendala berarti karena sang istri adalah sosok yang sangat penurut dan pengertian.
“Kalau meyakinkan sih kalau dari istri sendiri anaknya emang sudah nurut gitu, ada apa-apa itu emang koordinasi,” tuturnya dengan penuh rasa syukur. Pernikahan yang berlangsung pada 22 April 2026 ini juga menjadi sorotan karena ibunda Ressa, Denada, memberikan restu secara langsung melalui panggilan video, mengingat ia berhalangan hadir secara fisik.
Momen ini sekaligus menandai babak baru hubungan ibu dan anak tersebut yang kini telah membaik setelah sempat diterpa isu hukum.
