Resimen Kavaleri 2 Marinir (Menkav 2 Mar) menggelar latihan amfibi di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, pada Selasa (07/04/2026). Latihan ini merupakan bagian dari Latihan Satuan Dasar (LSD) Triwulan I Tahun 2026 yang bertujuan untuk memastikan kesiapan tempur armada dan personel dalam menghadapi potensi ancaman kedaulatan di perairan Indonesia.
Peningkatan Kesiapan Tempur Prajurit
Komandan Resimen Kavaleri 2 Marinir, Kolonel Marinir Iwan Permana, turut hadir langsung di lokasi untuk memantau simulasi tempur tersebut. Kehadiran Kolonel Iwan memastikan setiap skenario serbuan berjalan sesuai standar operasi yang telah ditetapkan. Dalam latihan ini, prajurit mematangkan taktik gerakan kapal ke pantai (GKP), sebuah fase krusial dalam operasi pendaratan amfibi.
Selain mobilisasi kendaraan tempur, personel juga diuji kecepatan dan ketepatan dalam pelayanan meriam dinas baterai. Koordinasi antarunit serta akurasi tembakan menjadi indikator utama keberhasilan dalam menguasai tumpuan pantai lawan.
Kolonel Marinir Iwan Permana menekankan pentingnya latihan ini bagi prajurit. “Lakukan latihan ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ini adalah modal dasar agar setiap prajurit punya kesiapan tempur yang maksimal saat menjalankan tugas pokok Korps Marinir,” tegas Iwan Permana di tengah deru mesin kendaraan tempur.
Iwan menambahkan bahwa profesionalisme prajurit tidak dapat muncul secara instan, melainkan melalui tempaan latihan yang konsisten dan terukur. Evaluasi langsung dilakukan di lokasi guna mengidentifikasi dan memperbaiki celah taktis yang ditemukan selama simulasi berlangsung.
Senada dengan Komandan Resimen, Perwira Staf Operasi Menkav 2 Mar, Letkol Marinir Imam Wahyudi, memastikan seluruh rangkaian manuver berjalan aman. Aspek keselamatan personel dan material menjadi prioritas utama tanpa mengurangi realisme latihan yang menantang medan pesisir Situbondo.
Melalui gemblengan di Pantai Banongan ini, Resimen Kavaleri 2 Marinir memproyeksikan kekuatan yang lebih solid dan siap operasional. Hasil latihan ini akan menjadi tolok ukur kesiapan satuan dalam mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut di masa depan, khususnya dalam menjaga titik-titik strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
