GESIT NEWS – Remaja Masjid Nurul Iman Borok, Desa Borok Toyang, menggelar Program Pesantren Kilat sebagai upaya pembinaan keagamaan bagi anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan ini dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, dan dilaksanakan di Masjid Nurul Iman.

Program pesantren kilat ini mengusung tema utama pembelajaran tajwid, dengan fokus membekali anak-anak kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sesuai kaidah. Meski dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, program ini direncanakan tidak hanya berlangsung selama bulan puasa, melainkan akan terus berlanjut sebagai program pembinaan jangka panjang.

Remaja Masjid Nurul Iman menilai bahwa pembelajaran tajwid sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki dasar bacaan yang benar. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar yang berkelanjutan dan mudah diakses oleh anak-anak di lingkungan Desa Borok Toyang.

Dalam pelaksanaannya, para tutor mengajar dengan penuh semangat dan dedikasi. Ustadz Iqbal bersama Indra Permatasari dipercaya sebagai pengajar utama yang membimbing anak-anak dalam mempelajari tajwid dan bacaan Al-Qur’an. Keduanya berkomitmen mendidik peserta agar memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama.

Ke depan, peserta pesantren kilat juga akan diarahkan untuk menghafal beberapa surah pendek dari Juz Amma atau Juz 30. Program ini dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan menghadapi Festival Ramadan yang rencananya akan digelar di Dusun Borok, termasuk perlombaan keagamaan bagi anak-anak.

Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan setiap hari pada sore hari. Remaja Masjid Nurul Iman berharap program tersebut mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga memahami adab dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dengan dukungan masyarakat setempat, Remaja Masjid Nurul Iman optimistis program pesantren kilat ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Diharapkan anak-anak dapat memanfaatkan kesempatan belajar tajwid ini dengan baik, amanah, dan penuh kesungguhan. (Desi)