Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil langkah konkret dengan memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 3.706 mahasiswanya yang terdampak bencana banjir besar di Sumatra pada tahun 2025. Kebijakan ini merupakan bentuk solidaritas serta komitmen kampus untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi sulit pascabencana.

Dampak Banjir dan Skema Keringanan UKT

Banjir besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 lalu telah menyebabkan kerusakan parah, dengan sedikitnya 129.000 rumah hancur, 89.582 hektare (ha) sawah rusak, dan 112 pasar luluh lantak. Kondisi ini sangat memukul perekonomian warga, termasuk keluarga mahasiswa, sehingga banyak yang kesulitan kembali ke perantauan untuk melanjutkan studi.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Marwan, melalui Media Indonesia pada Jumat (30/1), menyampaikan perhatian khusus bagi mahasiswa yang kehilangan orang tua dalam bencana ini. “Kepada anak-anak kami yang terdampak bencana dan orang tuanya telah meninggal dunia mendapat perhatian khusus. Insya Allah kami gratiskan UKT-nya hingga lulus sarjana,” kata Rektor Marwan.

Keputusan strategis ini akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Rektor, sebagai wujud empati institusi untuk memastikan masa depan pendidikan anak bangsa tidak terputus akibat musibah banjir. Skema keringanan UKT lainnya disesuaikan dengan kategori dampak yang dialami mahasiswa.

  • Mahasiswa terdampak berat: Diberikan pembebasan UKT selama satu semester.
  • Mahasiswa terdampak ringan dan sedang: Cukup membayar 50 persen UKT pada semester ini.

“Mahasiswa yang terdampak berat, diberikan pembebasan UKT selama satu semester. Sementara bagi yang terdampak kategori ringan dan sedang, cukup membayar 50 persen saja pada semester ini,” tutur Rektor lulusan Doktor Birmingham University, Inggris itu.

Data hasil verifikasi USK menunjukkan, dari total 3.706 mahasiswa terdampak, 1.099 dikategorikan terdampak berat, 1.350 sedang, 1.263 ringan, serta 5 mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia akibat musibah tersebut. Proses pendataan dan verifikasi telah dimulai sejak tanggal 28 November 2025.

Peluang Pendaftaran Susulan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof Mustanir, menambahkan bahwa pendaftaran keringanan UKT masih terbuka bagi mahasiswa korban bencana yang mungkin belum mengetahui informasi ini. Ia menjelaskan, banyak di antara mereka yang pada waktu libur semester pulang ke kampung halaman di kawasan terisolir tanpa sinyal telepon atau bahkan listrik.

“Mereka juga masih ada peluang untuk mendaftar dan akan diverifikasi debagaana seharusnya. Kita sediakan media pendaftaran anak-anak yang tertinggal itu dengan skema berbeda dari sebelumnya,” tambah Wakil Rektor Prof Mustanir.

Prof Marwan berharap, bantuan keringanan UKT ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa, sehingga mereka bisa segera bangkit dan menyelesaikan studi dengan baik. “Semangat pendidikan harus tetap hidup meski di tengah situasi sulit. Dengan kebersamaan, empati, dan kolaborasi, kita akan segera pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” pungkasnya.